Macam Perundungan yang Perlu Diwaspadai

  • 13 Jan 2025 20:42 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Bully atau perundungan menjadi salah satu masalah sosial yang sering terjadi dikalangan remaja. Bully dapat didefinisikan sebagai perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang kali terhadap seseorang yang lebih lemah atau tidak dapat membela dirinya.

Dalam Mozaik Indonesia edisi senin (6/1), Alfianur, S. Kep., Ns., M. Kep. menerangkan tentang ragam perundungan yang biasa terjadi, khususnya di kalangan anak dan remaja. Bully yang pertama yaitu bully verbal.

"Nah, biasanya seperti mengolok-olok tadi berarti bully yang sifatnya verbal. Jadi mengolok, menghina, itu sifatnya verbal," terang Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan.

Lebih lanjut, Alfianur menerangkan bully yang menyasar pada kekerasan fisik. Hal ini sering juga terjadi pada kalangan anak dan remaja.

"Kemudian ada juga yang sifatnya fisik. Mulai dari menendang, mencakar, menjambak. Yang sifatnya fisiklah," ungkapnya.

Selain kedua sifat bully tersebut, Alfianur menjelaskan jenis bully yang ketiga: bully relasional. Jenis bully ini berfokus pada merusak hubungan sosial dan reputasi seseorang dalam suatu kelompok sosial, baik di sekolah, tempat kerja, atau lingkungan sosial lainnya.

"Kemudian, ada juga yang bullying relasional. Jadi, mengucilkan seseorang. Mengucilkan seseorang dari kelompoknya, misalnya. Atau dalam keluarga, misalnya, tidak mengakui sebagai anak. Jadi, sifatnya relasional. Tidak menganggap bahwa dia adalah anaknya, misalnya, entah karena sebab apapun," imbuhnya.

Lalu, bully terakhir yang marak di kalangan anak dan remaja saat ini yaitu siberbuli. Siberbuli adalah bentuk bully yang dilakukan melalui teknologi, terutama di media sosial, aplikasi pesan, atau platform digital lainnya. Jenis bully yang semakin umum terjadi seiring meningkatnya penggunaan internet di kalangan anak dan remaja.

"Nah kemudian yang sekarang juga ada tambahannya itu adalah cyberbullying. Jadi bullying yang dilakukan oleh seseorang dengan memanfaatkan media sosial. Apakah tadi menyebarkan hinaan-hinaan, mengirim video-video tertentu. Gitu," tukas Alfianur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....