AYS Indonesia Dorong Pemuda Terlibat dalam Keberlanjutan Konservasi Mangrove

  • 03 Okt 2026 19:35 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Asia Youth Summit (AYS) Indonesia mendorong keterlibatan pemuda dalam upaya konservasi dan keberlanjutan ekosistem mangrove di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Founder AYS Indonesia, M. Abrar Putra Siregar, mengatakan keterlibatan pemuda dalam konservasi lingkungan tidak cukup hanya melalui edukasi dan sosialisasi, tetapi perlu diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.

Menurutnya, AYS Indonesia telah melakukan sejumlah kegiatan, di antaranya penanaman 1.000 mangrove di Kota Tarakan, identifikasi potensi lokal di Pulau Sadau, serta berpartisipasi dalam kegiatan konservasi mangrove di sejumlah kawasan.

“Kami berupaya tidak hanya sekadar mengedukasi, melakukan sosialisasi, tapi melaksanakan aksi,” ujar Abrar.

Ia menjelaskan, keberlanjutan tanaman mangrove juga menjadi perhatian karena kondisi kawasan pesisir yang dipengaruhi pasang surut dan faktor alam. Untuk itu, monitoring diperlukan agar mangrove yang telah ditanam dapat terus dipantau tingkat pertumbuhannya.

Abrar menilai, keterlibatan masyarakat pesisir, khususnya petambak, dapat diperkuat dengan memberikan pemahaman mengenai manfaat mangrove bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Selain membantu mencegah abrasi, menurutnya, ekosistem mangrove memiliki potensi untuk mendukung aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.

“Ketika masyarakat sudah memahami fungsi mangrove tersebut, kami harap tidak lagi hanya IYS yang melakukan kegiatan penanaman mangrove, tapi sudah adanya kesadaran dari petambak dan masyarakat pesisir,” katanya.

Lebih lanjut, Abrar menekankan pentingnya hilirisasi dalam program konservasi mangrove. Menurutnya, keberadaan mangrove juga dapat dikembangkan menjadi sumber kegiatan ekonomi masyarakat melalui berbagai produk turunan.

Ia mencontohkan pemanfaatan kulit mangrove sebagai pewarna alami, daun untuk pupuk, serta buah yang dapat diolah menjadi produk pangan.

Dengan adanya pemanfaatan tersebut, konservasi mangrove diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal melalui konsep ekonomi sirkular.

Abrar juga mengapresiasi program konservasi mangrove yang melibatkan berbagai pihak dari tahap awal hingga hilirisasi. Menurutnya, keberlanjutan program membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga, tokoh masyarakat, dan penerima manfaat agar upaya konservasi dapat terus berjalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....