Gebyar KADIN Expo 2K26 Resmi Dibuka, Wabup : UMKM Harus Berani Naik Kelas

  • 30 Agt 2026 20:41 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten Bulungan menegaskan komitmennya memperkuat sektor usaha lokal.

Gebyar KADIN Expo 2K26 resmi dibuka di Lapangan Agatish, Tanjung Selor, Sabtu (22/8/2026) malam, menjadi panggung bagi UMKM, ekonomi kreatif dan dunia usaha untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat jaringan bisnis.

Wakil Bupati Bulungan Kilat, membuka langsung kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi KADIN untuk UMKM Naik Kelas, Ekonomi Tumbuh, Bulungan Maju”.

Expo yang berlangsung hingga 5 September 2026 itu juga dirangkai dengan pengesahan dan pengukuhan Pengurus KADIN Kabupaten Bulungan masa bakti 2026–2031 oleh Ketua Umum KADIN Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Kilit Laing.

“Kita tidak ingin UMKM hanya bertahan dari hari ke hari. Pelaku usaha harus berani naik kelas, memperkuat kualitas produk, memperluas pasar dan membangun usaha yang lebih profesional. Targetnya jelas, dari pasar lokal mampu menembus regional, nasional bahkan internasional,” tegas Kilat.

Ia menekankan, pertumbuhan ekonomi Bulungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dunia usaha, KADIN, perbankan, perusahaan besar hingga pelaku UMKM harus bergerak dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. KADIN harus mengambil peran nyata untuk mempertemukan kepentingan pelaku usaha dengan pemerintah, perbankan, industri, perusahaan besar, lembaga pendidikan dan pasar. Jangan hanya menjadi organisasi formal, tetapi harus menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan pelaku usaha,” katanya.

Menurut Kilat, KADIN Bulungan memiliki posisi strategis untuk membuka akses usaha yang selama ini menjadi salah satu kendala UMKM.

Akses pembiayaan, pendampingan, pemasaran, teknologi, peningkatan kualitas produk dan jejaring bisnis harus diperkuat secara konkret.

“UMKM membutuhkan akses, bukan sekadar seremoni. Mereka membutuhkan pasar, pembiayaan, pendampingan dan jaringan. Karena itu, KADIN harus menjadi jembatan yang benar-benar bekerja dan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal,” ujarnya.

Kilat juga menegaskan bahwa geliat ekonomi harus berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pertumbuhan jumlah usaha tidak boleh berhenti pada angka, tetapi harus mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Ketika kegiatan ekonomi tumbuh, dampaknya harus terasa. Lapangan kerja bertambah, peluang usaha terbuka, pendapatan masyarakat meningkat dan perputaran uang di daerah semakin kuat. Itu ukuran keberhasilan yang harus kita kejar,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar geliat investasi di Bulungan tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk.

Investasi harus memberikan dampak langsung terhadap masyarakat lokal, terutama melalui penyerapan tenaga kerja, kemitraan dengan UMKM dan peningkatan kapasitas pelaku usaha daerah.

“Investasi jangan hanya besar di atas kertas. Harus ada manfaat nyata bagi masyarakat Bulungan. Tenaga kerja lokal harus mendapat kesempatan, UMKM harus dilibatkan dan pelaku usaha daerah harus ikut tumbuh,” tandas Kilat.

Pengukuhan Pengurus KADIN Bulungan periode 2026–2031, lanjutnya, harus menjadi titik awal penguatan organisasi dalam mengawal perkembangan dunia usaha.

KADIN dituntut tidak berhenti pada agenda organisasi, tetapi mampu menghadirkan program yang menjawab kebutuhan pelaku usaha.

“Kita berharap kepengurusan baru KADIN Bulungan mampu bekerja lebih konkret. Bangun jejaring, buka akses pasar, dorong pengusaha muda dan ciptakan ruang kolaborasi. Jangan sampai potensi ekonomi daerah besar, tetapi pelaku usaha lokal hanya menjadi penonton,” katanya.

Kilat menilai generasi muda juga harus menjadi bagian penting dari penguatan ekonomi daerah.

Semakin banyak pengusaha baru tumbuh, semakin besar pula peluang Bulungan membangun ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.

“Pengusaha muda harus berani mengambil peluang. Jangan takut bersaing dan jangan puas hanya menjadi pemain di pasar lokal. Kita ingin lahir pelaku usaha Bulungan yang mampu membawa produk daerah keluar dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ia berharap Gebyar KADIN Expo 2K26 tidak berhenti sebagai ajang pameran dan transaksi sesaat.

Expo tersebut harus menjadi ruang bertemunya pelaku usaha, investor, perbankan, pemerintah dan pasar untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan.

“Expo ini jangan hanya ramai saat pembukaan. Setelah kegiatan selesai, harus ada tindak lanjut. Harus ada kerja sama, ada transaksi, ada perluasan pasar dan ada pelaku UMKM yang benar-benar naik kelas,” pungkasnya. (rln/*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....