Potensi Lokal Desa Bunyu Timur Harus Jadi Motor Ekonomi Warga

  • 10 Sep 2026 09:30 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Pemerintah Desa Bunyu Timur tidak boleh berhenti pada rutinitas pelayanan pemerintahan.

Momentum HUT ke-29 Desa Bunyu Timur tahun 2026 harus menjadi titik penguatan peran desa sebagai penggerak ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Perayaan HUT ke-29 yang digelar di Lapangan Handasa, Rabu malam (9/9/2026), turut dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Septi Ding, SE, MAP.

Dalam kesempatan itu, pemerintah desa didorong memperkuat pelayanan publik sekaligus memastikan pembangunan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

“Desa bukan hanya objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek sekaligus ujung tombak pembangunan. Desa yang kuat akan menjadi pondasi bagi Kabupaten Bulungan yang maju,” tegas Septi Ding.

Menurutnya, kekuatan tersebut harus dibangun melalui tata kelola pemerintahan desa yang semakin baik, transparan dan akuntabel.

Pengelolaan anggaran desa juga harus diarahkan secara tepat agar tidak sekadar terserap, tetapi mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pemerintah desa harus terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran, serta kualitas pelayanan publik. Pemberdayaan masyarakat juga harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Septi menegaskan, Desa Bunyu Timur memiliki peluang besar untuk menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan ekonomi baru.

Potensi tersebut harus dipetakan, dikembangkan dan didorong agar mampu membuka lapangan usaha serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana potensi lokal Desa Bunyu Timur dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia mendorong pemerintah desa memperkuat sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, pertanian, perikanan, perdagangan hingga kegiatan kepemudaan.

Pengembangan sektor tersebut harus disesuaikan dengan karakter, kebutuhan dan keunggulan yang dimiliki desa.

“Jangan sampai potensi yang ada hanya menjadi potensi. Harus ada langkah nyata untuk mengembangkan, mengolah dan memasarkannya sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain sektor ekonomi, peran generasi muda dan kaum perempuan juga dinilai sangat penting.

Pemuda harus diarahkan menjadi generasi produktif, kreatif dan berdaya saing, sementara perempuan harus mendapatkan ruang yang luas untuk terlibat dalam pembangunan dan penguatan ekonomi keluarga.

“Pemuda harus disiapkan menjadi generasi yang produktif, kreatif, berdaya saing dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan desa. Kaum perempuan juga harus mendapatkan ruang untuk berperan, baik melalui pemberdayaan ekonomi keluarga, pendidikan, kesehatan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan,” jelas Septi.

Sementara itu, rangkaian HUT ke-29 Desa Bunyu Timur diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, mulai dari jalan sehat, pertandingan olahraga, pentas seni budaya lokal, lomba nasi tumpeng hingga bazar UMKM.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan produk unggulan desa.

“Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga dan diarahkan menjadi kekuatan untuk membangun Desa Bunyu Timur. Potensi masyarakat harus diberi ruang, dikembangkan dan dijadikan kekuatan ekonomi agar kesejahteraan warga semakin meningkat,” pungkasnya. (rln/*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....