Peringatan Maulid Nabi di Kaltara Momentum Teladani Akhlak Rasulullah

  • 13 Sep 2026 13:09 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Masjid Agung Istiqomah, pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan dihadiri Gubernur Kaltara yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan dan Hubungan antar Lembaga, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Kalimantan Utara yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Mansur, yang sekaligus memberikan sambutan kepada para jamaah.

Dalam sambutannya, Mansur menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar rutinitas seremonial untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW semata. Melainkan momentum krusial untuk kembali menghadirkan akhlak mulia Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari.

"Dalam QS. Al-Ahzab ayat 21, kita diingatkan bahwa Rasulullah SAW bukan hanya untuk dikagumi, tetapi untuk diteladani. Keteladanan Rasulullah harus hadir dalam keluarga, dalam kehidupan bermasyarakat, dalam pekerjaan, bahkan dalam cara kita menggunakan teknologi dan media sosial," ujarnya.

Ia mengingatkan kembali bahwa ajaran utama Rasulullah berpusat pada kejujuran, kesabaran, kasih sayang, persaudaraan, serta kepedulian dan penghormatan kepada sesama. Oleh karena itu, ia menaruh harapan besar agar acara ini membawa dampak transformasi perilaku bagi para hadirin.

"Saya berharap peringatan Maulid Nabi hari ini tidak berhenti pada acara seremonial. Setelah Maulid ini, harus ada perubahan dalam diri kita: semakin baik ibadahnya, semakin santun tutur katanya, semakin kuat kepeduliannya, dan semakin luas manfaatnya bagi masyarakat," jelasnya.

Secara khusus, Mansur menyoroti peran sangat strategis dari ibu-ibu pengurus dan anggota BKMT dalam konteks pembinaan keluarga. Ia mengingatkan pepatah bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya.

"Dari rumah, karakter generasi bangsa dibentuk, dari rumah pula nilai agama, akhlak, toleransi, cinta tanah air, dan semangat persaudaraan ditanamkan. Karena itu, BKMT tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan menambah ilmu agama, tetapi juga harus menjadi kekuatan sosial-keagamaan yang ikut membangun keluarga yang sakinah, masyarakat yang harmonis, dan generasi yang berakhlakul karimah," katanya..

Ia menambahkan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari pergaulan anak, perkembangan teknologi dan media sosial, maraknya hoaks dan ujaran kebencian, hingga melemahnya kepedulian sosial. Majelis taklim harus berani mengambil peran. BKMT harus tampil sebagai ruang edukasi, ruang silaturahmi, dan ruang penguatan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

Mansur mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga besar BKMT, untuk bersama-sama memperkuat kehidupan keagamaan dan menjaga kerukunan umat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....