Siapkan Guru Hadapi Era AI, MAFINDO-Bawaslu Tarakan Tekan PKS Lintas Sektor

  • 20 Sep 2026 20:41 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Wilayah Kalimantan Utara menggelar "Kelas Kecerdasan Artifisial" di SMPN 3 Tarakan, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan ini digelar untuk mengedukasi generasi muda hingga tenaga pendidik terkait pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara bijak, aman, dan beretika.

Program edukasi yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tarakan hingga Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tarakan. Sinergi ini ditujukan untuk membangun ekosistem digital yang sehat serta bebas dari hoaks maupun manipulasi berbasis AI.

Dalam momentum tersebut, MAFINDO Kaltara juga secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Bawaslu Kota Tarakan dan PGRI Kota Tarakan.

Dewan Pimpinan Wilayah MAFINDO Kaltara, Dr. Nurasikin, S.HI., M.H., CPM., menyampaikan bahwa penguasaan AI sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran saat ini. Peserta yang hadir pun mencakup tenaga pendidik dari tingkat TK hingga SMA.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua PGRI Kota Tarakan, Endah Sarastiningsih, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Bawaslu Kota Tarakan, Riswanto, S.Pd.

Ketua Penanggung Jawab (PIC) Kegiatan, Shanya Shafitry, S.H., menegaskan bahwa AI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pemahaman mendalam terkait potensi maupun ancaman AI—seperti maraknya deepfake dan hoaks otomatis—sangat krusial bagi pendidik dan siswa.

Fasilitator dan Trainer Mafindo Kaltara dalam "Kelas Kecerdasan Artifisial" di SMPN 3 Tarakan, Sabtu (19/9/2026). (Foto: RRI/Mafinfo Kaltara)

"Penguasaan AI di lingkungan sekolah diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membentengi peserta didik dari dampak negatif teknologi informasi," ujar Ketua PGRI Kota Tarakan, Endah Sarastiningsih.

Di sisi lain, Ketua Bawaslu Kota Tarakan, Riswanto, menggarisbawahi potensi bahaya disinformasi digital akibat penyalahgunaan AI. Edukasi sejak dini dianggap sebagai langkah antisipatif yang tepat untuk menjaga stabilitas publik dari ancaman penyebaran narasi palsu.

Pada sesi inti, peserta menerima pemaparan materi teknis dan edukasi interaktif dari dua trainer, Ndaru Teguh Prakoso dan Anny Susilowati, S.Kom., M.H. Materi yang dibawakan mencakup dasar-dasar AI, teknik verifikasi konten buatan AI, hingga penggunaan tools AI produktif untuk pembelajaran.

Sesi praktik langsung (hands-on) dan analisis konten AI didampingi oleh empat asisten trainer, yaitu Alma Morino, S.H., Rahmani, S.H., Nurul Nur Putri R., dan Dhea Putri A.

Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi dan simulasi verifikasi informasi. Selain mendapatkan pengetahuan praktis, peserta juga memperoleh fasilitas berupa sertifikat, paket data, konsumsi, serta kesempatan meraih doorprize dan merchandise eksklusif dari MAFINDO.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....