Gubernur Perkuat Hubungan Perbatasan di Hari Kebangsaan Malaysia 2026

  • 16 Sep 2026 18:52 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, menegaskan pentingnya memperkuat hubungan Indonesia-Malaysia, khususnya di kawasan perbatasan Kaltara.

Pesan itu disampaikan saat menghadiri resepsi Hari Kebangsaan Malaysia dan Hari Malaysia Tahun 2026 di Astor Ballroom, The St. Regis Jakarta, Selasa (15/9/2026) malam.

Kehadiran Zainal dalam agenda yang digelar Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi bilateral sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih konkret. Posisi Kaltara yang berbatasan langsung dengan Sabah membuat hubungan lintas batas memiliki nilai strategis, baik dari sisi sosial, ekonomi maupun pembangunan kawasan perbatasan.

“Kaltara memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Malaysia, baik secara geografis maupun dari interaksi masyarakat di perbatasan. Karena itu, hubungan baik dan komunikasi yang sudah terbangun harus terus kita jaga,” kata Zainal.

Menurutnya, kedekatan geografis Kaltara dengan wilayah Malaysia merupakan modal penting untuk memperluas kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hubungan kedua wilayah tidak cukup hanya dibangun melalui komunikasi antarpemerintah, tetapi perlu diarahkan pada kerja sama yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat perbatasan.

“Kedekatan geografis Indonesia dan Malaysia, khususnya Kaltara dengan wilayah Malaysia, menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Zainal menilai kawasan perbatasan memiliki posisi penting dalam hubungan Indonesia-Malaysia. Karena itu, komunikasi dengan pemerintah Malaysia maupun perwakilan diplomatik perlu terus dipelihara agar berbagai potensi kerja sama dapat dikembangkan secara lebih terarah.

Ia juga berharap hubungan baik kedua negara tidak berhenti pada momentum seremonial, tetapi terus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat yang hidup dan beraktivitas di kawasan perbatasan. “Harapannya, hubungan baik Indonesia dan Malaysia terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah perbatasan,” tegasnya.

Resepsi tersebut digelar atas undangan Charge d’Affaires a.i. Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Mr. Farzamie Sarkawi, bersama Permanent Representative of Malaysia to ASEAN, H.E. Ambassador Datin Sarah Al Bakri Devadason.

Hari Malaysia diperingati setiap 16 September untuk mengenang pembentukan Persekutuan Malaysia pada 1963 yang melibatkan Tanah Melayu, Borneo Utara yang kini dikenal sebagai Sabah, Sarawak, dan Singapura. Singapura kemudian keluar dari Persekutuan Malaysia pada 1965.

Bagi Kaltara, momentum Hari Malaysia 2026 menjadi ruang untuk menjaga kedekatan hubungan dengan Malaysia sekaligus memperkuat kepentingan pembangunan kawasan perbatasan. Pemprov Kaltara mendorong agar hubungan baik kedua negara terus diterjemahkan menjadi kerja sama yang semakin konkret dan memberi manfaat bagi masyarakat di kedua sisi perbatasan. (rln/*)

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....