Misi Dagang Kaltara - Jatim jadi Langkah Strategis Dorong Perekonomian Daerah

  • 09 Sep 2026 13:33 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara mengapresiasi Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan Jawa Timur (Jatim) yang digelar di Hotel Tarakan Plaza, Selasa (8/9/2026).

Melalui forum ini berhasil mencatatkan komitmen transaksi hingga Rp2 triliun, sehingga dinilai sebagai langkah strategis mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Agus Taufik, menyebut kegiatan ini sangat baik karena mempertemukan langsung pelaku usaha dari dua provinsi.

"Ini tentunya satu forum atau acara yang sangat baik ada kerjasama atau misi dagang dan investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Utara. Dan kita sama-sama saksikan tadi ada penandatanganan perjanjian kerjasama, kemudian ada komitmen untuk melakukan transaksi perdagangan dan sebagainya. Tentunya ini dari kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Utara maupun Jawa Timur," ujar Agus Taufik.

Hingga Selasa siang, komitmen transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp2 triliun. Agus Taufik berharap angka tersebut masih bisa bertambah hingga sore dan tidak berhenti pada hari itu saja.

"Sampai tadi siang kan sekitar Rp2 triliun ya, kita tunggu sampai sore ini apakah ada penambahan. Tentunya kami berharap akan ada penambahan dan tidak berakhir di hari ini saja. Karena sudah ada pertumbuhan-pertumbuhan sebelumnya secara online dan ini mungkin kami berharap setelah hari ini pun akan ada tambahan transaksi keuangan," harap Agus.

Agus menekankan pentingnya prinsip resiprokal. Artinya, selain Kaltara membeli kebutuhan dari Jatim, produk unggulan Kaltara juga harus bisa masuk ke pasar Jawa Timur.

"Kami tentunya berharap resiprokal ya, artinya dari Kalimantan Utara juga ada transaksi penjualan ke sana. Produk-produk unggulan Kalimantan Utara pun demikian. Produk-produk yang dibutuhkan di Kalimantan Utara terutama tadi untuk sektor pangan itu dapat dipenuhi salah satunya dari Jawa Timur," kata Agus.

Agus sendiri menilai ada sejumlah potensi Kaltara yang bisa diharapkan.. Di antaranya potensi sarang burung walet yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berorientasi ekspor. BI membuka peluang masuk melalui program pengembangan UMKM.

"Walet itu mungkin nanti kami mendorong. Kami koordinasi lebih lanjut dengan dinas terkait di Kalimantan Utara. Karena walet juga merupakan salah satu komoditi penting dan memberikan nilai ekonomi yang tinggi, apalagi orientasi ekspor. Banyak permintaan burung walet dari negara-negara tetangga. Dan mudah-mudahan ke depan bisa dipenuhi dari Kalimantan Utara juga," ujarnya.

Menurut Agus, peran BI bisa masuk melalui program onboarding, bisnis matching pembiayaan, bisnis matching ekspor, hingga mendorong transaksi online agar pasar UMKM semakin luas.

"Tiap daerah punya kelebihan dan kekurangan. Nah makanya ada ini kan mirip-mirip bisnis matching juga ya, dipertemukan dalam satu forum, ada misi dagang dan investasi. Mudah-mudahan ibaratnya ketemu jodoh gitu ya, ada pembeli dan penjual," pungkas Agus. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....