Kabut Asap Kembali Selimuti Langit Tarakan, Jarak Pandang Turun jadi 2 Km
- 15 Sep 2026 16:16 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Sempat berkurang beberapa hari lalu karena turun hujan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti langit Tarakan pada Selasa pagi (15/9/2026). Akibatnya jarak pandang sempat turun drastis hanya 2 kilometer.
Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, mengatakan kondisi ini dipicu masih adanya titik panas di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) dan kiriman asap dari provinsi tetangga.
"Laporan teman-teman di Bulungan masih ada kebakaran hutan dan lahan. Pantauan hotspot di Kaltara sampai jam 9 pagi tadi, ada 28 titik panas. Terkonsentrasi dominan di Tanjung Palas Timur, kemudian di Bunyu ada satu titik," ujar Sulam Khilmi kepada RRI Tarakan.
Selain 28 titik panas di Kaltara, asap juga datang dari luar daerah. Arah angin dominan dari selatan ke utara membuat asap dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terbawa ke Tarakan.
"Dan karena angin dominannya arahnya dari selatan ke utara, ini juga kita dapat limpahan asap dari beberapa provinsi tersebut," kata Sulam Khilmi.
Dampaknya, jarak pandang di Tarakan kembali turun menjadi hanya 2.000 meter atau 2 km. Angka ini jauh turun dibanding hari sebelumnya.
"Untuk Tarakan, jarak pandang untuk hari ini itu hanya 2000 meter atau 2 km, ini dampak dari keberadaan asap. Kalau kemarin sempat 7 km, 8 km," jelas Sulam Khilmi.
Di Tanjung Selor jarak pandang juga terbatas di angka 3 km. Sementara di Berau terpantau lebih baik dengan jarak pandang hingga 4 km.
BMKG memperkirakan kondisi berkabut ini masih akan berlangsung hingga musim hujan tiba akhir September atau awal Oktober.
Ia menambahkan di Kabupaten Bulungan sendiri masih ada beberapa kejadian karhutla, meskipun sebagian wilayah sudah diguyur hujan.
Sulam Khilmi mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.
"Mohon berhati-hati, saya kira harus mengurangi aktivitas di luar. Kalaupun memang terpaksa beraktivitas di luar, mohon untuk menggunakan masker. Kemudian tidak melakukan pembakaran. Dan tetap pantau informasi perkembangan cuaca dan iklim dari kanal-kanal resmi BMKG," pungkas Sulam Khilmi. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....