KONI Bulungan Perkuat Pondasi Pembinaan, Program "Bulungan Unggul"

  • 22 Jul 2026 14:13 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bulungan terus memperkuat sistem pembinaan olahraga dengan menata kelembagaan seluruh cabang olahraga (cabor) sebagai fondasi utama mencetak atlet berprestasi.

Melalui program unggulan Bulungan Unggul, KONI menargetkan lahirnya atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional hingga internasional.

Ketua KONI Kabupaten Bulungan, Heru Rachmady menegaskan, keberhasilan meraih prestasi tidak dapat dipisahkan dari kuatnya organisasi olahraga.

Karena itu, pembenahan kelembagaan menjadi prioritas utama sebelum berbicara mengenai target medali.

"Visi kami jelas, sukses kelembagaan dan sukses prestasi. Bagaimana mungkin kita menghasilkan prestasi yang baik jika pondasi organisasinya tidak dibangun dengan baik. Semua bermula dari cabang olahraga yang kuat, memiliki perangkat organisasi dan sistem pembinaan yang berjalan. Hari ini ada 45 cabang olahraga yang bernaung di bawah KONI Bulungan dan semuanya terus kami perkuat," ujar Heru.

Ia menjelaskan, proses seleksi atlet dilakukan secara berjenjang melalui pembinaan masing-masing cabang olahraga yang kemudian disinergikan dengan Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI.

Setiap atlet yang dinilai memiliki potensi akan dipantau, dievaluasi, dan diberikan pembinaan lanjutan agar mampu berkembang ke level yang lebih tinggi.

"Kami ingin program KONI sejalan dengan program pembinaan di setiap cabor. Kalau pembinaannya berjalan bersama, hasilnya juga akan maksimal. Karena itu kami meluncurkan program Bulungan Unggul sejak 2024 sebagai wadah mencari dan membina atlet-atlet terbaik dari setiap cabang olahraga," katanya.

Menurut Heru, melalui program tersebut setiap cabang olahraga didorong melahirkan minimal satu atlet potensial yang dapat diproyeksikan mengikuti pembinaan intensif.

Atlet terpilih tidak hanya berlatih di daerah, tetapi juga difasilitasi mengikuti pemusatan latihan di berbagai daerah yang memiliki sistem pembinaan lebih maju.

"Kalau ada satu atlet terbaik dari satu cabor saja sudah sangat baik. Dari 45 cabang olahraga tentu akan muncul atlet-atlet potensial. Mereka kami kirim berlatih ke Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta bahkan hingga luar negeri. Menjelang PON lalu, kami memagangkan 14 atlet untuk mendapatkan pengalaman dan kualitas latihan yang lebih baik," ungkapnya.

Heru menambahkan, arah pembinaan olahraga di Bulungan juga selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, olahraga bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan sportivitas masyarakat.

"Kami membangun olahraga dengan pendekatan kolaboratif atau pentahelix. Pemerintah, masyarakat, komunitas, media, hingga perguruan tinggi harus berjalan bersama," pungkasnya. (rln)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....