Bulungan Perketat Pengawasan Pangan, Syarwani: Keamanan Pangan Tidak Bisa Ditawar

  • 21 Jul 2026 19:59 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten Bulungan mempertegas komitmennya membangun sistem keamanan pangan yang berkelanjutan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi Terpadu Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, serta Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan Tahun 2026.

Program ini ditegaskan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah strategis untuk memastikan masyarakat mengonsumsi pangan yang aman, sehat, dan bermutu.

Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan keamanan pangan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung daya saing daerah.

Karena itu, seluruh pihak diminta memperkuat pengawasan mulai dari tingkat desa, pasar hingga lingkungan sekolah agar masyarakat terlindungi dari pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.

"Keamanan pangan tidak bisa ditawar. Pangan yang aman bukan hanya menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga menentukan kualitas generasi masa depan dan produktivitas daerah. Sebaliknya, pangan yang tidak memenuhi standar akan berdampak luas terhadap kesehatan hingga pembangunan," tegas Syarwani, Selasa (21/7/2026).

Ia mengapresiasi Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Tarakan yang selama ini terus memberikan pendampingan, pembinaan, dan pengawasan terhadap pelaksanaan program keamanan pangan di Kabupaten Bulungan.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi modal penting dalam membangun budaya keamanan pangan yang berkelanjutan.

Syarwani juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, pengelola pasar, satuan pendidikan, kader keamanan pangan, serta masyarakat yang telah berperan aktif mendukung implementasi program tersebut.

Menurutnya, monitoring dan evaluasi tidak hanya bertujuan mengukur capaian program, tetapi juga menjadi momentum mengidentifikasi berbagai kendala sekaligus menyusun langkah perbaikan agar pelaksanaan program semakin efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

"Monitoring ini bukan hanya menilai hasil, tetapi memastikan setiap kekurangan segera diperbaiki sehingga program Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman, dan Sekolah Aman Pangan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Syarwani menegaskan keberhasilan program keamanan pangan tidak dapat hanya mengandalkan pengawasan pemerintah.

Kesadaran masyarakat dalam memilih, mengolah, menyimpan, hingga mengonsumsi pangan yang aman menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan program tersebut.

Ia juga mengingatkan para pelaku usaha pangan untuk selalu menjaga mutu produk, menggunakan bahan baku yang aman, mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, serta mengutamakan kesehatan konsumen dalam setiap proses produksi.

Selain itu, pemerintah desa, pengelola pasar, dan satuan pendidikan diminta terus memperkuat pengawasan di lingkungan masing-masing.

Sekolah diharapkan menjadikan pembudayaan keamanan pangan sebagai bagian dari pendidikan karakter, sedangkan pemerintah desa dan pengelola pasar didorong menciptakan lingkungan yang mendukung tersedianya pangan yang aman bagi masyarakat.

Apalagi, Pemerintah berkomitmen untuk mendukung seluruh upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan keamanan pangan.

"Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BPOM, dunia usaha, lembaga pendidikan, pemerintah desa, dan masyarakat, saya yakin Bulungan mampu mewujudkan lingkungan pangan yang aman, sehat, serta melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing," pungkasnya. (rln)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....