Serapan APBD Bulungan Baru 35,72 Persen, Kinerja OPD Disorot
- 14 Sep 2026 20:59 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bulungan 2026 hingga semester I masih rendah. Dari total belanja setelah pergeseran sebesar Rp2,01 triliun, realisasi keuangan baru mencapai Rp718,01 miliar atau 35,72 persen.
Realisasi fisik kegiatan juga belum menunjukkan capaian optimal. Hingga semester I, progres fisik baru mencapai 39,05 persen. Angka tersebut menjadi sorotan karena pelaksanaan APBD 2026 kini memasuki semester II dengan waktu yang semakin terbatas.
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan capaian tersebut menunjukkan kinerja perangkat daerah masih belum memenuhi target yang telah ditetapkan. “Dari data realisasi fisik dan keuangan belanja perangkat daerah Kabupaten Bulungan Tahun Anggaran 2026, dapat dilihat bahwa tingkat capaian kinerja masih belum memenuhi target,” katanya, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, seluruh perangkat daerah harus segera mengejar ketertinggalan tersebut. Percepatan tidak boleh hanya dilakukan menjelang akhir tahun karena berisiko membuat pelaksanaan program menumpuk dan tidak optimal.
“Mengingat pelaksanaan semester II tahun anggaran 2026 tinggal beberapa bulan lagi, diperlukan upaya-upaya yang lebih baik dari seluruh perangkat daerah,” tegasnya.
Syarwani meminta anggaran yang telah dialokasikan segera diwujudkan melalui pelaksanaan program dan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Diperlukan upaya yang lebih baik dari seluruh perangkat daerah dalam pelaksanaan kegiatan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, serapan APBD bukan sekadar persoalan administrasi keuangan. Rendahnya realisasi belanja juga menunjukkan belum optimalnya pelaksanaan pembangunan di lapangan. “Daya serap anggaran dalam APBD mempunyai korelasi yang sangat kuat terhadap perkembangan tinggi dan rendahnya pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Syarwani.
Capaian tersebut juga masih jauh dibandingkan realisasi sepanjang 2025. Pada akhir tahun lalu, realisasi keuangan belanja perangkat daerah mencapai 82,37 persen atau sekitar Rp2,064 triliun dari total alokasi Rp2,506 triliun.
Sementara realisasi fisik mencapai 89,06 persen.
“APBD Kabupaten Bulungan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi daerah yang tentunya tergantung kinerja dan realisasi APBD itu sendiri,” pungkasnya. (rln/*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....