Pejabat Diminta Tonjolkan Kinerja Ketimbang Pamer Harta di Medsos
- 13 Apr 2026 14:58 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Harapan masyarakat terhadap pejabat publik saat ini adalah melihat hasil kerja yang nyata, bukan pameran kemewahan di jagat maya. Pejabat diminta untuk lebih menonjolkan pencapaian program kerja yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Akademisi hukum Dr. Aditya Safrila menyatakan bahwa tren flexing pejabat telah menciptakan kecemburuan sosial yang berpotensi memicu kerusuhan. Ia mengingatkan kejadian penjarahan rumah politikus di masa lalu sebagai contoh dampak ekstrem dari kekecewaan massa.
Pejabat publik memiliki tanggung jawab untuk memberikan teladan gaya hidup sederhana sesuai dengan surat edaran Kementerian PANRB. Aturan tersebut mencakup pembatasan kegiatan mewah, termasuk dalam acara-acara pribadi seperti pernikahan anggota keluarga.
Sanksi bagi ASN atau pejabat yang tidak patuh bisa berupa pemotongan tunjangan kinerja hingga penundaan kenaikan pangkat. Hal ini menunjukkan bahwa negara sebenarnya tidak membenarkan gaya hidup hedonis bagi para penyelenggara negara.
Aditya juga mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam melakukan pengawasan. Jika melihat adanya ketidakwajaran gaya hidup pejabat, warga dapat melaporkannya melalui kanal resmi atau satuan pengawas internal di instansi terkait.
Meskipun memviralkan sesuatu memiliki risiko hukum terkait UU ITE, namun transparansi publik tetap menjadi hal utama. Masyarakat diminta tetap kritis namun tetap menjaga etika dan tidak bertindak anarkis dalam menyampaikan kekecewaan.
Gaya komunikasi pejabat juga perlu diperbaiki agar lebih responsif terhadap keluhan dan aspirasi masyarakat. Pejabat yang tertutup dan hanya muncul untuk pamer kekayaan akan semakin ditinggalkan oleh konstituennya.
Di tengah kondisi global yang tidak menentu, solidaritas sosial dari para pemimpin sangat dibutuhkan. Kesederhanaan pejabat menjadi simbol bahwa mereka merasakan perjuangan rakyat dalam menghadapi tantangan ekonomi.
"Idealnya, media sosial pejabat berisi tentang sosialisasi peraturan, anggaran, dan capaian kerja. Itu yang dibutuhkan rakyat saat ini," tutup Aditya mengakhiri dialognya di RRI Tarakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....