Harmoni Ramadan Memperkuat Empati Demi Meraih Keberkahan Hakiki

  • 03 Mar 2026 08:14 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Ustazah Dra. Hj. Maryam, M.Si., menekankan bahwa esensi ibadah di bulan suci Ramadan tidak hanya sebatas menahan rasa lapar dan dahaga. Dalam dialog Ramadan di RRI Tarakan, beliau menjelaskan bahwa Ramadan merupakan momentum sakral untuk membangun harmoni melalui penguatan rasa empati terhadap sesama manusia tanpa memandang latar belakang.

Fenomena sosial seperti pembagian takjil di persimpangan jalan menjadi bukti nyata keharmonisan masyarakat yang terjalin selama bulan puasa ini. Menurut Ustazah Maryam, aksi berbagi tersebut mencerminkan ukhuwah yang kuat karena dilakukan secara tulus kepada siapa saja yang membutuhkan, baik muslim maupun non-muslim, tanpa sekat perbedaan suku dan budaya.

Beliau juga memaparkan bahwa Ramadan berfungsi sebagai tarbiyah atau pendidikan bagi umat untuk mencapai derajat ketakwaan yang sesungguhnya. Takwa tidak hanya diartikan sebagai menjalankan perintah agama secara tekstual, tetapi juga bagaimana mengasah kepekaan hati nurani untuk peduli terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar yang masih memprihatinkan.

Dalam tausiahnya, Ustazah Maryam menceritakan pengalaman emosional saat menyalurkan bantuan sembako kepada warga prasejahtera di Kota Tarakan. Ia menemukan masih ada warga yang harus memasak menggunakan kayu bakar dan kesulitan akses air bersih, sebuah realitas yang diharapkan dapat memicu rasa solidaritas lebih dalam bagi mereka yang berkecukupan.

Pendidikan empati ini dinilai sangat penting untuk ditanamkan kepada generasi muda sejak dini di dalam lingkungan keluarga. Orang tua diharapkan memberikan teladan nyata dengan mengajak anak-anak terlibat langsung dalam aksi sosial, sehingga mereka memahami bahwa keberkahan Ramadan diraih melalui tangan yang ringan dalam mengulurkan bantuan.

Selain aspek berbagi materi, Ustazah Maryam mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan akhlak sebagai perisai diri selama berpuasa. Menahan amarah, menghindari ghibah, dan tetap berkata sopan adalah bagian dari harmoni Ramadan yang harus dijaga agar pahala ibadah tidak terhapus oleh perilaku negatif yang dapat menyakiti hati orang lain.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai madrasah akhlak yang berkelanjutan hingga bulan-bulan berikutnya. Dengan memperkuat silaturahmi dan menjaga toleransi antarumat beragama, diharapkan keharmonisan yang tercipta di bulan suci ini dapat membawa keberkahan serta kedamaian yang abadi bagi seluruh warga. (ADR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....