Sabar adalah "Kuda Tunggangan" Tangguh menuju Kemenangan Ramadan
- 11 Mar 2026 08:41 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Memasuki fase krusial di sepuluh malam terakhir bulan suci Ramadan, umat Muslim diingatkan untuk memperkuat sifat sabar sebagai fondasi utama ibadah. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Harmin, S.Pd., dalam program "Dialog Ramadan" yang disiarkan langsung melalui kanal resmi RRI Tarakan, Selasa sore (10/3).
Dalam dialog bertema "Bersabarlah", Ustadz Harmin menekankan bahwa sabar bukan sekadar sikap pasif dalam menghadapi kesulitan, melainkan sebuah kekuatan aktif untuk tetap konsisten dalam ketaatan. Ia mengibaratkan sabar sebagai "kuda tunggangan" yang akan membawa penunggangnya melaju pesat menuju rida Allah SWT.
Menjelang malam ke-21 Ramadan yang jatuh pada Selasa malam ini, Ustadz Harmin memberikan perumpamaan tentang seekor kuda balap. Menurutnya, kuda yang tangguh akan mengeluarkan seluruh energinya dan berlari semakin kencang saat melihat garis finish sudah dekat.
"Jangan sampai kita kendor di akhir. Justru di sepuluh malam terakhir ini, saat ada potensi malam Lailatul Qadar, kita harus semakin kencang beribadah. Pemenangnya bukan cuma satu, semua bisa jadi pemenang tergantung kualitas kesabarannya," tambahnya.
Dalam dialog tersebut, ia juga mengangkat kisah Nabi Ayub AS yang bersabar selama 18 tahun menghadapi penyakit, serta Nabi Ismail AS yang dengan ikhlas menerima perintah kurban. Kisah-kisah ini dihadirkan untuk memotivasi pendengar bahwa ujian yang dihadapi saat ini, seperti lapar dan haus, jauh lebih ringan dibandingkan ujian para pendahulu.
Sebagai penutup, Ustadz Harmin membagikan kiat praktis agar tetap sabar, di antaranya dengan mencari lingkungan atau circle pertemanan yang saleh dan selalu mengingat bahwa setiap kesulitan pasti dibarengi dengan kemudahan (Inna ma’al usri yusra).
"Lawan rasa malas di titik awal. Begitu kita mulai melangkah dalam ketaatan, Allah akan bukakan jalan yang tidak disangka-sangka," pungkasnya.