Madrasah Ramadan: Bulan Peningkatan Kualitas Ketaqwaan

  • 12 Mar 2026 15:15 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - RRI Pro 1 Tarakan kembali menggelar program Dialog Ramadan dengan tema, "Madrasah Ramadan: Bulan Peningkatan Kualitas Ketakwaan". Acara yang disiarkan secara langsung pada Rabu (11/3/2026) ini menghadirkan Ustadz H. Darwis, S.Ag., sebagai narasumber utama untuk membedah esensi puasa di tengah dinamika zaman modern.

Dalam tausiahnya, Ustadz Darwis menekankan bahwa Ramadan tidak boleh dipandang sekadar sebagai rutinitas tahunan menahan lapar dan dahaga. Ia menyebut bulan suci ini sebagai sebuah "Madrasah" atau sekolah besar yang didesain langsung oleh Allah SWT untuk menempa karakter manusia.

"Ramadan adalah proses transformasi. Ada pendidikan integritas di sana, di mana kita dilatih jujur pada diri sendiri dan Tuhan. Jika kejujuran batin ini berhasil kita rawat dan dibawa keluar dari bulan suci, ia akan menjelma menjadi energi sosial yang dahsyat bagi bangsa," ujar Ustadz Darwis.

Ustadz Darwis membagi kurikulum "Madrasah Ramadan" ke dalam tiga poin esensial:

  1. Integritas dan Ihsan: Melatih kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi, yang jika diterapkan dapat mencegah praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
  2. Kepekaan Sosial: Rasa lapar di siang hari adalah latihan teologis untuk membangkitkan empati terhadap kaum duafa. Puasa tanpa empati disebutnya hanya sebagai "perpindahan waktu makan".
  3. Pembersihan Fitrah: Ramadan menjadi momentum pembersihan "debu" hati akibat ambisi duniawi, guna mengembalikan manusia pada sifat aslinya yang lurus (Hanif).

Menanggapi pertanyaan terkait tantangan berpuasa di era modern, Ustadz Darwis menyoroti penggunaan media sosial. Menurutnya, teknologi harus difilter dengan keimanan agar tidak menjadi celah bagi perbuatan ghibah atau pamer kemewahan yang dapat merusak pahala puasa.

"Di era digital, tantangannya adalah kekuatan iman untuk memfilter pengaruh negatif. Gunakan media sosial untuk menambah kualitas ibadah, bukan sebaliknya," tambahnya.

Memasuki fase akhir Ramadan, Ustadz Darwis mengingatkan masyarakat untuk mencontoh Rasulullah SAW dengan "mengencangkan ikat pinggang" istilah untuk meningkatkan intensitas ibadah di sepuluh malam terakhir.

Dialog ini ditutup dengan pesan kuat mengenai pentingnya Istiqamah. Perubahan karakter yang dibentuk selama Ramadan diharapkan tidak luntur begitu bulan syawal tiba, melainkan menjadi bekal permanen menuju Husnul Khatimah.

Rekomendasi Berita