Membangun Bangsa dari Rumah: Pentingnya Karakter dalam Keluarga

  • 02 Mar 2026 11:37 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Keluarga merupakan unit terkecil sekaligus fondasi utama dalam membangun kekuatan sebuah negara. Hal ini menjadi pembahasan utama dalam Dialog Ramadan di programa 1 RRI Tarakan dengan menghadirkan Hj. Qomariyatul Hidayah dengan menekankan bahwa karakter anak tidak terbentuk secara instan, melainkan harus diukir sejak dini melalui pendidikan akhlak di rumah.

Dalam dialog tersebut, Hj. Qomariyatul Hidayah menjelaskan bahwa kata "karakter" berasal dari bahasa Yunani yang berarti mengukir atau memahat. Hal ini mengisyaratkan bahwa orang tua memiliki peran krusial sebagai "pemahat" yang membentuk kepribadian anak melalui pembiasaan dan nilai-nilai agama.

"Keteladanan salah satu poin dalam membentuk Karakter, Orang tua tidak bisa hanya sekadar memberikan instruksi tanpa memberikan contoh nyata. Misalnya, dalam hal ibadah salat, orang tua harus mengajak dan mencontohkan langsung daripada hanya memerintah dengan suara keras," Ungkap Hj. Qomariyatul Hidayah.

Menghadapi tantangan era digital, orang tua diingatkan untuk lebih waspada terhadap pengaruh gadget dan media sosial. Teknologi laksana pisau bermata dua, jika tidak dibatasi dan diarahkan, anak dapat terpapar nilai-nilai yang bertentangan dengan norma agama dan sosial.

Pembagian peran antara ayah dan ibu juga menjadi sorotan. Meskipun ibu sering disebut sebagai madrasatul ula atau sekolah pertama bagi anak, ayah sebagai pemimpin rumah tangga tetap bertanggung jawab penuh dalam memberikan nafkah lahir dan batin serta pendidikan agama yang layak.

Hj. Qomariyatul memberikan tips praktis bagi keluarga muda untuk membentengi anak dari pengaruh negatif lingkungan. Caranya adalah dengan menciptakan suasana rumah yang religius, memberikan nama yang baik sebagai doa, serta menanamkan etika dasar seperti mengucapkan salam dan berdoa sebelum berkegiatan.

Sebagai penutup, dialog tersebut menekankan bahwa kunci utama keharmonisan keluarga adalah kesabaran, keikhlasan, dan kerja sama antar anggota keluarga. Dengan keluarga yang kuat dan berakhlak mulia, maka akan terwujud masyarakat dan negara yang damai serta diberkahi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....