Gen Z Diminta Lawan Narkoba Melalui Penguatan Spritual
- 14 Mar 2026 10:10 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Badan Narkotika Nasional (BNN) menekankan pentingnya peran Generasi Z (Gen Z) dalam memerangi peredaran Narkoba melalui penguatan nilai-nilai spiritual.
Seruan itu disampaikan Penyuluh Narkoba Ahli Pertama, Dwi Vidia Evianto, SKM dalam Dialog Spada bertajuk “Upgrade Iman Ramadan, Gen Z Berani Lawan Narkoba” di Pro2 RRI Tarakan, belum lama ini.
Ia meminta agar bulan suci ini dijadikan sebagai "Bootcamp Spiritual" atau pelatihan bagi anak muda. Utamanya dalam menjaga diri dari peredaran Narkoba. Bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan latihan mengontrol hawa nafsu yang menjadi akar dari kecanduan.
Menurutnya, Gen Z dikenal kreatif namun rentan terhadap tekanan sosial (social pressure), perlu membangun benteng internal agar tidak terjebak dalam solusi palsu (fake solution) yang ditawarkan Narkoba.
"Manusia itu seperti gadget, sistemnya harus terus di-upgrade agar kuat menjalankan aplikasi kehidupan yang makin berat. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbarui sistem spiritual kita," ujar Dwi.
Waspada Tren Narkoba Baru dan "Vape"
BNN juga memberikan peringatan keras terkait tren penyalahgunaan zat adiktif yang tengah marak. Termasuk penggunaan alat hirup yang tidak semestinya dan bahaya liquid vape ilegal.
Dwi mengungkapkan bahwa hasil uji laboratorium seringkali menemukan kandungan zat anestesi (obat bius) dalam cairan vape yang beredar bebas. Zat itu dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen hingga kematian mendadak.
Menanggapi tekanan pergaulan atau FOMO (Fear of Missing Out), BNN memperkenalkan filosofi "Ikan Air Tawar". Anak muda diharapkan mampu bertahan di lingkungan yang kurang sehat tanpa harus ikut tercemar.
"Kalian boleh berteman dengan siapa saja, tapi jadilah seperti ikan. Meski hidup di air yang kotor, dagingnya tetap bersih. Jangan sampai kehilangan identitas diri hanya karena ingin dianggap keren oleh kelompok yang salah," tegasnya.
Di akhir diskusi, BNN mendorong Gen Z untuk tidak hanya menjadi objek pencegahan, tetapi juga menjadi subjek atau agen perubahan. Dengan kecakapan teknologi dan AI yang dimiliki, Gen Z diminta aktif menyebarkan konten edukasi positif di media sosial.
BNN juga mengingatkan bahwa penyalahguna Narkoba diibaratkan orang sakit yang butuh pertolongan, bukan hukuman semata. "Jika ada teman yang terjerat, jangan dikucilkan. Rangkul mereka dan arahkan ke BNN untuk rehabilitasi. Melapor tidak akan dipidana, justru akan dipulihkan," tutur Dwi. (Bay/sti)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....