Persiapan Menyambut Ramadhan
- 04 Feb 2026 12:28 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Umat muslim di dunia sebentar lagi akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan suci umat Islam yang penuh berkah, di mana puasa wajib (rukun Islam ke-4) dilaksanakan selama sebulan penuh untuk meningkatkan ketakwaan. Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur'an dan memiliki malam kemuliaan, Lailatul Qadar, yang lebih baik dari 1000 bulan. Tahun 2026, diperkirakan awal Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari.
Ramadan diibaratkan sebagai tamu agung yang akan segera tiba. Ustadz Naser Muhammad, S.Pd,I dalam Religi Pagi Pro1 pada Selasa (3/2/2026) mengajak kita agar tidak terjebak dalam rutinitas yang membuat kita "mati rasa" terhadap keberkahan Ramadan.
Ustadz Naser menekankan bahwa tantangan terbesar bagi umat muslim yang sudah sering bertemu Ramadan adalah hilangnya rasa sensitivitas. Ustadz menganalogikan seperti orang yang berada di tempat sampah awalnya merasa terganggu, namun lama-kelamaan indra penciumannya "mati" dan tidak lagi merasakan bau busuk tersebut.
| Baca juga: Membangun Keluarga Samawa |
Pada kesempatan itu juga Ustadz Naser mengingatkan agar kita tidak menganggap Ramadan hanya rutinitas tahunan, kita tidak akan lagi terharu atau semangat. Contohnya adalah orang yang sering ke Tanah Suci, namun akhirnya lebih fokus berfoto atau belanja daripada beribadah.
Ustadz mengutip hadits yang menyebutkan Nabi Muhammad SAW pernah berkata, "Celakalah seorang yang Ramadan datang kepadanya, namun hingga Ramadan pergi, dosanya tidak diampuni."
Maka dari itu Ustadz Naser memberikan tips yaitu dua kunci persiapa menuju Ramadhan yaitu dengan cara
Persiapan Ilmu : Jangan melakukan ibadah tanpa ilmu. Kita harus mempelajari kembali:
Fikih puasa (apa yang membatalkan dan yang tidak).
Tata cara tarawih, sahur, dan berbuka yang sesuai sunnah.
Baca juga: Kodim 0907/Tarakan Gelar Bazar Murah RamadanHukum-hukum terkait tilawatul Qur'an dan i'tikaf.
Tujuannya agar ibadah kita berkualitas dan diterima Allah.
Pemanasan (Warming Up): Ibadah Ramadan butuh stamina. Ustadz menyarankan mulai melakukan "latihan" dari sekarang:
Puasa Sunnah: Agar tubuh tidak kaget saat masuk bulan Ramadan.
Latihan Tilawah: Jika targetnya khatam Al-Qur'an, mulailah membiasakan membaca sejak sekarang.
Latihan Qiyamul Lail: Mulai membiasakan salat malam agar saat tarawih nanti tidak terasa berat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....