Pentingnya USG dan ANC untuk Tekan Stunting serta Kematian Ibu
- 15 Apr 2026 10:29 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Dalam upaya memastikan generasi masa depan lahir dalam kondisi sehat dan kuat, pengawasan medis yang tepat sejak masa kehamilan menjadi kunci utama. Salah satu pilar penting dalam menekan angka stunting dan komplikasi persalinan adalah penguatan layanan Antenatal Care (ANC) serta pemanfaatan teknologi USG secara rutin bagi ibu hamil.
Dokter Sandi Andara Putra menjelaskan bahwa USG bukan sekadar alat untuk mengetahui jenis kelamin bayi, melainkan instrumen medis krusial untuk mendeteksi dini risiko kehamilan. Teknologi ini memungkinkan tenaga medis memantau kondisi rahim dan perkembangan janin secara real-time tanpa risiko radiasi berbahaya.
Berdasarkan program Kementerian Kesehatan, ibu hamil diwajibkan melakukan pemeriksaan minimal enam kali selama masa kehamilan. Pertemuan dengan dokter umum yang memiliki kompetensi USG sangat disarankan, terutama pada trimester pertama untuk memastikan lokasi kehamilan di dalam rahim.
"Pemeriksaan awal sebelum usia 12 minggu bertujuan untuk mendeteksi tanda pasti kehidupan, seperti denyut jantung janin. Hal ini penting untuk membedakan kehamilan normal dengan kondisi medis darurat seperti kehamilan di luar rahim (ektopik) yang memerlukan penanganan segera." Ungkap dr. Sandi.
Memasuki trimester ketiga, fokus pemeriksaan beralih pada persiapan persalinan. Dokter akan memantau berat badan bayi, posisi janin, hingga kondisi air ketuban. Jika ditemukan kelainan seperti posisi sungsang atau masalah pada plasenta, ibu akan segera dirujuk ke spesialis obgyn untuk penanganan lebih lanjut.
Dr. Sandi juga menyoroti tingginya angka kematian ibu di Kalimantan Utara pada tahun 2021 yang mencapai 29 kasus. Banyak dari masalah ini sebenarnya bisa dicegah melalui skrining dini yang tepat di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas.
Menurutnya Selain USG, layanan ANC juga mencakup penggunaan Buku KIA (Buku Pink) sebagai rekam medis berjalan. Buku ini memuat seluruh data kesehatan ibu dan anak, mulai dari hasil lab hingga panduan gizi dan kesehatan mental ibu setelah melahirkan.
"Ibu hamil diingatkan untuk tidak mudah percaya pada mitos, seperti kewajiban makan porsi dua kali lipat atau larangan USG karena radiasi. Selain itu kualitas makanan jauh lebih penting daripada kuantitas, dan USG sangat aman bagi janin." Tegas dr. Sandi.
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah, termasuk suplemen penambah darah dan vitamin. Dengan rutin melakukan ANC dan USG, kesehatan fisik serta psikis ibu dan bayi dapat terjaga hingga hari persalinan tiba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....