BKKBN Perkuat Kompetensi Bidan dalam Layanan IUD dan Implan demi Target MKJP 2025
- 05 Mei 2026 16:40 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenduk Bangga/BKKBN) menyelenggarakan webinar bertajuk “Peningkatan Kompetensi Bidan dalam Pemasangan IUD dan Implan yang Mudah dan Aman” pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan yang digelar secara hibrida melalui platform Zoom dan kanal YouTube resmi ini bertujuan untuk membekali para bidan dengan teknik terbaru dalam pelayanan Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Upaya ini dipandang krusial mengingat kualitas pelayanan KB sangat bergantung pada kompetensi sumber daya manusia (SDM) di lapangan.
Direktur Bina Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana BKKBN, Dr. Zamhir Setiawan, M.Epid, menegaskan bahwa peran bidan sangat vital karena sekitar 70% pelayanan KB di Indonesia dilakukan oleh mereka, baik di fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta.
Melalui jargon "Ada KB Ada Bidan", BKKBN terus mendorong kolaborasi dengan organisasi profesi seperti IBI dan AIPKIN untuk memastikan lulusan bidan memiliki keterampilan teknis yang mumpuni, khususnya dalam pemasangan alat kontrasepsi bawah rahim (AKDR/IUD) dan implan. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga tren positif pencapaian peserta aktif MKJP nasional yang pada tahun 2025 telah mencapai 28,4%, melampaui target awal sebesar 25%.
Dalam sesi materi inti, dr. Muhamad Dwi Priangga, Sp.OG-KFER, memaparkan sejumlah pembaruan teknik pemasangan kontrasepsi yang lebih praktis dan minim komplikasi. Selain aspek teknis, webinar ini juga menyoroti pentingnya konseling yang baik untuk mengatasi ketakutan calon akseptor terhadap rumor negatif terkait pemasangan alat kontrasepsi di dalam tubuh.
Dr. Zamhir juga mengingatkan bahwa penggunaan MKJP sangat efektif untuk mencegah "4T", yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak anak, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan ibu dan bayi. Dengan efektivitas diatas 99%, IUD dan implan menjadi solusi strategis untuk menekan angka kehamilan tidak diinginkan (KTD) serta mengurangi tingkat putus pakai (drop out) kontrasepsi di masyarakat.
Webinar ini diharapkan dapat menyelaraskan standar pelayanan di berbagai daerah guna mengurangi disparitas capaian KB antarprovinsi. Selain itu, para peserta juga berkesempatan berbagi pengalaman lapangan, mulai dari kendala teknis pencabutan implan hingga strategi mengedukasi pasien pasca-persalinan. Dengan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan, BKKBN optimis kualitas hidup keluarga Indonesia dapat terus meningkat melalui perencanaan kehamilan yang lebih aman dan terukur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....