Brand Lokal dari Tarakan, Rasa Global
- 15 Okt 2025 17:42 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan : Poch adalah brand lokal yang lahir pada tahun 2021. Produk awalnya adalah fashion baju, kemudian merambah ke tas, hijab, aksesoris, dan hampers, dengan fokus utama pada tas dan baju. Brand ini lahir dari ide Putri Cahya Lestari seorang Enterpreneur yang memiliki jiwa bisnis dan sudah suka berjualan sejak SD.
Poch lahir dari keinginannya untuk mengubah hobinya me-review barang menjadi sebuah bisnis agar produknya bisa dinikmati oleh banyak orang. Dengan tagline Poch adalah "Produk untuk temani cerianya harimu" tentunya Putri berharap produknya dapat diterima dan dapat membuat hati yang menggunakan produknya menjadi ceria. Tentunya dukungan dan respon dari orang-orang terdekat sangat suportif, termasuk menggunakan produk dan membantu promosi.
Untuk memulai bisnis, Putri berpendapat bahwa pengalaman tidak harus dimiliki karena bisa didapatkan melalui learning by doing. Yang paling penting adalah modal, tekad, keberanian, dan kreativitas. Putri mengatakan dengan modal terbatas, strategi awal yang digunakan adalah Open PO (Pre-Order) untuk mendapatkan dana awal proses produksi.
Tentunya dalam membangun sebuah produk atau brand Putri mengakui tak terlepas dari yang namanya tantangan. Persaingan yang sangat ketat, bukan hanya dengan brand lokal tetapi juga internasional menjadi tantangah utama yang di hadapinya. Selain itu kesulitan mencari bahan baku dan produsen lokal yang berkualitas untuk produk tas dan mindset konsumen yang masih meragukan kualitas atau harga brand lokal juga masih menjadi tantangan baginya.
Namun Putri tidak patah arang, menjaga kualitas dan konsistensi produk menjadi strateginya dalam membesarkan Poch. Baginya memiliki Brand Identity atau ciri khas logo dan model, memberikan layanan after-service terbaik, seperti diskon atau opsi retur, jika produk tidak sesuai ekspektasi pelanggan dan mengikuti tren kekinian (go with the market) menjadi strategi yang juga tidak kalah pentingnya.
Dalam mendapatkan inspirasi desain, Kak Putri terinspirasi oleh brand lokal besar (seperti Buttonscarves) dan menerapkan prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), dan desain saat ini sebagian besar dikerjakan olehnya sendiri. Untuk pemasaran Putri memilih media sosial sebagai platform utama karena jangkauannya luas dan mempermudah promosi. Untuk saat ini Putri lebih memprioritaskan penjualan secara offline karena dapat membangun kepercayaan (trust) pelanggan dan memungkinkan mereka mencoba produk secara langsung. Namun Putri mengatakan Visi Poch ke depan adalah ekspansi dan membuka store atau memiliki reseller di luar Tarakan, khususnya di wilayah Kalimantan Utara seperti Tanjung Selor dan Nunukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....