Strategi Bertahan Bisnis Minuman Lokal di Tarakan
- 22 Feb 2026 19:45 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Pasar F&B (Food and Beverage) di Tarakan dikenal sangat kompetitif, terutama pada segmen minuman dingin yang menyasar anak muda. Agus Zakaria, pemilik "Macha Kyoto", membagikan perspektifnya mengenai cara bertahan di tengah gempuran kompetitor.
Menurutnya, di pasar Tarakan, faktor harga masih menjadi pertimbangan utama pelanggan sebelum menilai rasa produk.
"Masyarakat Tarakan melihat harga dulu, baru bicara soal rasa," ungkap Agus dalam Program Kapa (Karya Paguntaka Pro 2 RRI Tarakan dengan Tema dari Haus Jadi Peluang : Matcha Teman Berbuka.
Berdasarkan riset kecilnya, ia memposisikan Macha Kyoto pada harga yang kompetitif tanpa mengorbankan kualitas bahan baku. Strategi ini terbukti efektif menarik minat pelanggan yang ingin mencoba rasa matcha berkualitas dengan harga terjangkau.
Tantangan terbesar yang dihadapi pengusaha pemula menurut Agus adalah manajemen arus kas atau cash flow. Ia menekankan bahwa ketelitian dalam operasional sangat krusial untuk menghindari kerugian yang tidak perlu. Ia bahkan menyarankan para pebisnis untuk tidak ragu mencatat setiap pengeluaran, termasuk hal-hal kecil seperti air dan es batu.
"Meskipun ia memiliki latar belakang sebagai jurnalis, namun mengakui belum maksimal memanfaatkan media sosial untuk promosi. Ungkap Agus.
Saat ini, ia lebih fokus pada penguatan operasional dan kontrol kualitas di gerainya dengan membagi waktunya antara pekerjaan utama dan memantau tim di lapangan agar bisnis tetap berjalan sesuai standar.
Agus juga menyoroti pentingnya mentalitas "survive" atau bertahan bagi seorang pengusaha. Ia percaya bahwa banyak anak muda yang menyerah terlalu cepat saat penjualan sedang turun atau merugi di bulan-bulan awal. Baginya, kegagalan sementara adalah bagian dari siklus bisnis yang harus dihadapi dengan kepala dingin dan evaluasi rutin.
Uniknya, Agus memilih sistem franchise untuk mempercepat proses riset dan pengembangan produk. Dengan resep yang sudah terstandarisasi, ia tinggal melakukan modifikasi kecil untuk menyesuaikan dengan selera lokal. Hal ini meminimalisir risiko kesalahan resep (trial and error) yang biasanya memakan waktu dan biaya cukup besar.
Keberhasilan Macha Kyoto dalam beberapa bulan terakhir menjadi bukti bahwa peluang bisnis masih ada selama ada diferensiasi produk. Dengan tidak ikut-ikutan membuka kedai kopi, Agus berhasil menciptakan pasarnya sendiri di kategori matcha.
Ketangguhan dan konsistensi menjadi kunci utama dalam menjaga eksistensi bisnis lokal di tengah dinamika pasar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....