BMKG Tarakan : 74 Titik Panas Terpantau di Wilayah Kalimantan Utara

  • 31 Agt 2026 08:25 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan mendeteksi penurunan kualitas jarak pandang akibat kabut asap yang menyelimuti kawasan Kalimantan Utara (Kaltara). Kondisi tersebut dipicu oleh maraknya titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Kaltara dan sekitarnya.

Prakirawan BMKG Tarakan, Muhammad Hatta Rachim, mengonfirmasi bahwa pemantauan citra satelit selama 24 jam terakhir mencatat puluhan titik panas yang tersebar di beberapa kawasan Kaltara.

"Berdasarkan pantauan satelit 24 jam terakhir, terdapat 74 titik panas di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Terbanyak berada di Kabupaten Bulungan dengan 68 titik," ujar Muhammad Hatta Rachim saat diwawancarai dalam program Halo RRI di Programa 1 RRI Tarakan.

Selain Kabupaten Bulungan, BMKG juga mencatat keberadaan satu titik panas di Kabupaten Nunukan serta lima titik panas lainnya yang terdeteksi di Kabupaten Malinau.

Kemunculan puluhan titik panas tersebut berdampak langsung pada jarak pandang (visibility) di wilayah Kota Tarakan dan sekitarnya. Pada pagi hari, jarak pandang tercatat berada di kisaran 5.000 hingga 7.000 meter.

Hatta menjelaskan bahwa jarak pandang tersebut terbilang lebih rendah dibandingkan dengan kondisi normal. Hal ini disebabkan oleh timbunan kabut asap tipis yang menyelimuti ruang udara wilayah tersebut.

Meski demikian, kondisi pada pagi hari dinilai sudah mengalami perbaikan dibandingkan sore hari sebelumnya. Pada sore hari lalu, jarak pandang terendah akibat kabut asap sempat merosot hingga menyentuh angka 1.000 meter.

Berdasarkan analisis BMKG, asap yang menyelimuti udara Tarakan merupakan kabut asap kiriman. Hal tersebut diperkuat oleh pergerakan arah angin dominan yang berembus dari arah selatan menuju utara.

"Titik panas didominasi dari wilayah luar Tarakan seperti Berau dan Bulungan. Karena angin dominan berembus dari selatan, indikasi kuat menunjukkan kabut asap ini merupakan kiriman hingga mencapai perairan dan wilayah Tarakan," jelas Hatta.

Terkait potensi cuaca, BMKG memperkirakan peluang hujan di wilayah Kota Tarakan masih cukup rendah dalam 1 hingga 2 hari ke depan. Potensi hujan ringan secara tidak merata diperkirakan baru terjadi dalam kurun 3 hari mendatang pada dini hari.

Untuk kondisi perairan dan navigasi laut, tinggi gelombang berada pada kategori rendah berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter dengan kecepatan angin rata-rata 6 hingga 10 knot. Meski gelombang relatif aman, para pelaut diimbau waspada karena jarak pandang di perairan ikut menurun hingga 4.000–6.000 meter.

Menanggapi situasi ini, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BMKG memeringatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan, semak belukar, maupun sampah sembarangan. Masyarakat juga disarankan menggunakan masker serta tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari gangguan pernapasan dan paparan sinar matahari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....