Amalan yang Disukai Allah SWT

  • 08 Apr 2026 15:25 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Program siaran Religi Pagi RRI Tarakan edisi Selasa, (7/4/2026), menghadirkan narasumber Ustadz Salman, S.Pd.I, untuk membahas topik mendalam mengenai kriteria amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT. Dalam tausiahnya, Ustadz Salman menekankan bahwa nilai sebuah ibadah tidak hanya terletak pada besarnya amalan, melainkan pada aspek konsistensi atau istiqamah.

Bukan Soal Besar-Kecilnya Amalan

Membuka tausiahnya, Ustadz Salman mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Beliau menjelaskan bahwa Allah SWT sangat menyukai amalan yang dilakukan secara berkesinambungan (adwamuha), meskipun amalan tersebut tergolong sederhana atau ringan.

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan secara terus-menerus. Mempertahankan kebaikan yang sudah dimulai jauh lebih berat daripada sekadar memulainya," ujar Ustaz Salman di hadapan para pendengar setia RRI Pro 1 Tarakan.

Keutamaan Menjaga Konsistensi

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa menjaga konsistensi dalam beribadah merupakan bentuk komitmen spiritual yang tinggi. Allah SWT menjanjikan apresiasi besar bagi hamba-Nya yang mampu istiqamah, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur'an bahwa mereka akan didatangi malaikat yang membawa kabar gembira berupa ketenangan hati dan jaminan surga.

Ustaz Salman memberikan contoh praktis, seperti menjaga salat sunah Rawatib secara rutin. Menurutnya, meskipun terlihat sederhana, melakukan salat sunah tersebut tanpa terputus setiap harinya memerlukan kekuatan niat yang luar biasa.

Menjaga Momentum Pasca-Ramadan

Di penghujung siaran, Ustadz Salman juga memberikan pesan khusus terkait momentum setelah menjalankan ibadah di bulan Ramadan. Ia mengajak seluruh umat Muslim untuk tidak membiarkan semangat ibadah menurun seiring berlalunya bulan suci.

"Jangan memandang enteng sesuatu yang dianggap kecil, karena boleh jadi di sisi Allah nilainya sangat besar. Mari kita pertahankan kebaikan-kebaikan yang sudah kita bangun, agar saat ajal menjemput, kita dalam keadaan husnul khatimah," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....