Ramadhan: Momentum Emas Memperkuat Empati dan Kasih Sayang Sesama

  • 03 Mar 2026 07:20 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Bulan suci Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, Ramadhan adalah madrasah spiritual yang bertujuan melembutkan hati serta menghidupkan kembali rasa kasih sayang di antara sesama manusia.

Dalam Dialog Ramadhan yang Dilaksanakan di Programa 1 RRI Tarakan, Ustaz H. Salapa Hepa menekankan bahwa Allah SWT melimpahkan seluruh rahmat-Nya di bulan ini. Fenomena spiritual ini ditandai dengan dibukanya pintu surga seluas-luasnya dan ditutupnya pintu neraka, memberikan ruang bagi umat untuk fokus pada kebaikan.

"Metode lapar dan haus yang dijalani umat Muslim adalah cara Allah mengetuk pintu iman. Saat perut terasa lapar, tidak ada lagi sekat kelas sosial antara pejabat dan rakyat jelata. Semuanya merasakan penderitaan yang sama, sehingga tumbuh rasa empati yang mendalam,"Jelasnya.

Lebih lanjut, Ustaz Salapa Hepa mengingatkan agar kasih sayang ini tidak hanya terbatas pada sesama Muslim. Nilai "Rahmatan lil Alamin" harus diwujudkan dengan berbagi kepada seluruh manusia, termasuk tetangga yang berbeda keyakinan namun sedang membutuhkan bantuan.

Pesan penting lainnya yakni keikhlasan dalam beramal sehingga umat agar tidak terjebak pada hitung-hitungan pahala semata. Beribadah dengan tulus karena Allah akan membuat pahala mengalir dengan sendirinya tanpa perlu dikalkulasi secara matematis.

Di akhir tausiahnya, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan kasih sayang sebagai gaya hidup yang berkelanjutan. Ramadhan harus menjadi tempat latihan agar sikap peduli dan gemar berbagi tetap terjaga meski bulan suci telah berlalu.

Diharapkan, melalui pemaknaan Ramadhan yang mendalam ini, masyarakat dapat bertransformasi menjadi pribadi yang lebih humanis. Mari manfaatkan sisa waktu di bulan penuh berkah ini untuk berinvestasi dalam kebaikan akhirat.

Rekomendasi Berita