Salat Bukan Sekadar Ritual Pembersih Dosa Harian
- 10 Feb 2026 19:10 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Ibadah salat lima waktu yang ditunaikan umat Muslim bukan sekadar rutinitas tanpa makna. Dalam dialog Religi Pagi di Pro 1 RRI Tarakan, Kamis (5/2/2026), Ustaz Abdul Basit menegaskan bahwa salat adalah media pembersih jiwa dan raga dari noda dosa serta beban kehidupan.
Ustaz Basit mengibaratkan salat seperti sungai yang mengalir di depan rumah. Jika seseorang mandi di sana lima kali sehari, maka tidak akan ada daki yang tersisa pada tubuhnya. Begitu pula salat, yang diharapkan mampu menjaga kesucian batin maupun jasmani pelakunya.
"Salat bukan hanya hubungan vertikal dengan Allah, tapi punya dampak sosial yang besar. Dimulai dari wudu yang mengajarkan kita untuk bersih dan tidak mubazir air," ujar Ustaz Basit kepada host Agus Maulana.
Ia menambahkan, dampak salat seharusnya tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, orang yang salatnya benar tidak akan mungkin membuang sampah sembarangan karena nilai kesucian wudu telah meresap ke dalam sanubarinya.
| Baca juga: Amalan yang Disukai Allah SWT |
Terkait fenomena masyarakat yang merasa "belum pantas" salat karena perilaku yang buruk, Ustaz Basit memberikan pandangan yang menyejukkan. Ia menekankan bahwa salat justru menjadi sarana bagi Allah untuk memperbaiki perilaku hamba-Nya yang masih kurang baik.
"Jangan menunggu menjadi orang baik baru memulai salat. Justru dengan salat, ketidakbaikan kita akan dikikis dan diganti dengan nilai-nilai kemuliaan oleh Allah SWT," tegasnya.
Sebagai penutup, ia mengajak pendengar untuk menjadikan salat sebagai kebutuhan, bukan lagi beban kewajiban. Dengan menganggap salat sebagai kebutuhan seperti makan dan minum, maka kekhusyukan dan ketenangan hati akan lebih mudah diraih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....