Umat Muslim Diajak Maknai Surah Al-Kautsar Sebagai Energi Berbagi

  • 03 Mei 2026 08:43 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Surah Al-Kautsar, meskipun merupakan surah terpendek dalam Al-Qur'an, menyimpan makna mendalam tentang rasa syukur dan semangat berbagi. Dalam dialog religi pagi di RRI Tarakan, Ustaz Abdul Malik menekankan bahwa di balik setiap nikmat yang diberikan Allah, terdapat tanggung jawab sosial yang besar.

Ustaz Malik menjelaskan bahwa kata "Al-Kautsar" merujuk pada nikmat yang melimpah, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Nikmat tersebut bukan hanya berupa materi atau harta, melainkan juga kesehatan, keturunan, dan kemampuan untuk beribadah dengan tenang setiap harinya.

Menurutnya, kesadaran akan melimpahnya nikmat Allah seharusnya melahirkan mentalitas hamba yang rendah hati. Hal ini sangat kontras dengan sosok Qarun yang merasa kekayaannya adalah hasil kecerdasan semata, sehingga berakhir pada kehancuran.

"Kita harus sadar bahwa semua yang kita miliki adalah titipan. Inna a’tainaka, sesungguhnya Kami (Allah) yang telah memberi," ujar Ustaz Malik dalam dialog tersebut. Kalimat pembuka surah ini menjadi pengingat agar manusia tidak menjadi sombong atas pencapaian dunianya.

Selain rasa syukur, surah ini juga memerintahkan umat Islam untuk mendirikan salat dan berkurban (wanhar). Salat merupakan bentuk komunikasi vertikal kepada pencipta, sementara kurban adalah perwujudan kepedulian antarsesama manusia di lingkungan sekitar.

Ustaz Malik menekankan bahwa berkurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan, melainkan melatih diri untuk melepaskan sebagian harta demi kebahagiaan orang lain. Semangat inilah yang seharusnya menjadi energi positif bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam era modern saat ini, makna kurban juga dapat diperluas sebagai pengorbanan ego dan perasaan. Memahami kesulitan orang lain dan menjaga kedamaian di lingkungan sosial merupakan bentuk kurban yang sangat relevan untuk dipraktikkan.

Di akhir tausiahnya, ia mengajak para pendengar untuk mulai merencanakan ibadah dengan matang. Perencanaan jangka pendek di dunia, seperti menabung untuk kurban, akan menjadi investasi jangka panjang untuk kehidupan di akhirat kelak.

Melalui Surah Al-Kautsar, umat diajak untuk terus optimis dan tidak meragukan rezeki dari Allah. Selama ada kemauan dan niat yang tulus, Allah pasti akan membukakan jalan bagi hamba-Nya untuk bisa berbagi dengan sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....