Gowes Bersama Teman Tuli, Pemkab Bulungan Tegaskan Kesetaraan Bukan Sekadar Sloga
- 30 Agt 2026 20:20 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Kesetaraan penyandang disabilitas tidak boleh berhenti sebagai slogan.
Pesan itu ditegaskan Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui keterlibatan Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan, Risdianto, dalam kegiatan gowes santai bersama teman tuli di Tanjung Selor.
Kegiatan yang digagas Yayasan Faqih Hasan Centre bersama DPD Gerkatin Provinsi Kalimantan Utara tersebut menjadi ruang terbuka untuk memperkuat interaksi antara penyandang disabilitas rungu dengan masyarakat.
Ratusan peserta dari berbagai komunitas sepeda ikut ambil bagian dalam kegiatan yang dimulai dari Lapangan Agatis Tanjung Selor.
“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan gowes bersama teman tuli ini. Ini adalah bentuk ruang interaksi yang sangat baik tanpa batas,” tegas Risdianto.
Ia menilai, keterlibatan langsung masyarakat dalam kegiatan bersama penyandang disabilitas menjadi langkah penting untuk menghapus sekat sosial yang selama ini masih muncul di tengah masyarakat.
“Harapannya kegiatan positif seperti ini bisa rutin dilaksanakan sebagai upaya pemenuhan kesetaraan bagi semua,” ujarnya.
Menurut Risdianto, penyandang disabilitas harus mendapatkan ruang yang sama dalam berbagai aktivitas sosial.
Tidak boleh ada perlakuan yang membuat mereka merasa berbeda atau terpinggirkan dari kehidupan masyarakat.
“Sehingga tidak ada jarak sosial antara teman-teman disabilitas dan masyarakat luas,” tegasnya.
Gowes bersama tersebut juga menunjukkan bahwa keterbatasan komunikasi bukan alasan untuk membangun jarak.
Para peserta berbaur dan mengayuh sepeda bersama menyusuri Jalan Kolonel Soetajis, tepian Sungai Kayan, Jalan Pahlawan, Jalan Semangka hingga Jalan Sengkawit sebelum mencapai garis finis di Hotel Pangeran Khar.
Risdianto berharap kegiatan semacam itu tidak berhenti sebagai agenda seremonial.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, organisasi penyandang disabilitas dan masyarakat harus terus diperkuat agar nilai inklusivitas benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian utuh dari masyarakat.
“Ini bukan hanya soal gowes, tetapi bagaimana kita membangun kebersamaan dan memastikan semua warga memiliki ruang yang sama untuk beraktivitas dan berinteraksi,” pungkasnya. (rln/*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....