Tanjung Palas Barat Diperketat, Bulungan Siapkan Langkah Cepat Hadapi Karhutla
- 24 Agt 2026 10:04 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor — Pemerintah Kabupaten Bulungan memperketat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Bupati Bulungan, Syarwani, memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di halaman Kantor Camat Tanjung Palas Barat, Kamis (20/8/2026) lalu.
Apel tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Kegiatan dirangkai dengan gelar pasukan, pemeriksaan peralatan, simulasi penanganan hingga sosialisasi Karhutla sebagai langkah konkret memastikan seluruh unsur siap bergerak ketika ancaman kebakaran muncul.
Pemkab Bulungan mengerahkan kekuatan lintas sektor dengan melibatkan TNI-Polri, instansi terkait, pemerintah kecamatan dan desa, masyarakat serta pemegang perizinan atau perusahaan yang beraktivitas di wilayah Tanjung Palas Barat.
Sinergi tersebut menjadi kunci untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran besar yang mengancam lingkungan dan masyarakat.
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa Karhutla tidak boleh ditangani setelah api membesar. Pencegahan dan deteksi dini harus menjadi prioritas seluruh pihak.
“Kesiapsiagaan harus kita bangun bersama. Pencegahan jauh lebih penting, sehingga setiap potensi kebakaran harus dapat kita deteksi dan tangani sedini mungkin,” tegas Syarwani.
Menurutnya, karakteristik geografis serta luas wilayah Bulungan menuntut kesiapan personel dan peralatan yang benar-benar memadai.
Koordinasi antardaerah dan antarinstansi juga harus diperkuat, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla.
Syarwani juga memberikan penekanan khusus kepada pemegang perizinan dan perusahaan. Tanggung jawab menjaga wilayah kerja tidak boleh berhenti pada kepemilikan alat pemadam.
Perusahaan harus memiliki sistem pencegahan yang jelas, personel yang siap digerakkan serta mekanisme respons cepat ketika muncul titik api.
“Yang paling utama adalah bagaimana kita mencegah terjadinya kebakaran. Namun apabila terjadi, harus ada respons cepat dan koordinasi yang baik agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” tandasnya.
Bupati juga meminta masyarakat tidak lengah dan ikut menjadi mata serta telinga di lapangan.
Setiap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran harus dihindari, sementara indikasi munculnya titik api harus segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Kesiapsiagaan tersebut menjadi penegasan bahwa ancaman Karhutla di Bulungan harus dihadapi dengan tindakan nyata, koordinasi yang solid dan respons cepat.
"Pemerintah tidak ingin menunggu api membesar baru bergerak. Seluruh potensi kebakaran harus diputus sejak dini sebelum menimbulkan kerugian yang lebih luas," pungkasnya. (rln/*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....