Kirab Merah Putih 2.026 Meter Semarakkan Peringatan Kemerdekaan di Kaltara
- 29 Agt 2026 16:58 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Merah Putih tidak hanya berkibar di tiang bendera. Sepanjang 2.026 meter kain Merah Putih dibentangkan dan dikirab ratusan peserta menyusuri jalan Kota Tanjung Selor, Sabtu (29/8/2026).
Bentangan Sang Saka itu menjadi simbol kuat semangat kebangsaan sekaligus pesan persatuan di Bumi Benuanta. Kirab dimulai dari kawasan Kodim 0903/Bulungan menuju Tugu Cinta Damai. Ratusan peserta dari unsur TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, pemuda, serta pelajar SMA dan SMK berjalan dalam satu barisan membawa simbol yang sama, Merah Putih.
Kegiatan tersebut dilepas Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang, bersama Dandim 0903/Bulungan Kolonel Inf Dhuwi Hendradjaja, S.Sos., M.I.Pol. “Kirab ini menjadi bagian dari upaya kita untuk terus menumbuhkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Merah Putih. Semangat kemerdekaan jangan hanya muncul saat 17 Agustus, tetapi harus terus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari,” tegas gubernur.
Ia menilai keterlibatan berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa persatuan di Kaltara harus terus diperkuat. Perbedaan latar belakang, usia maupun organisasi tidak boleh menjadi penghalang untuk berjalan bersama menjaga daerah tetap aman dan damai.
“Terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah ikut dengan semangat. Saya juga mengapresiasi KNPI dan semua pihak yang sudah membantu kegiatan ini. Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita memiliki semangat untuk menjaga persatuan dan kebersamaan,” ujar Zainal.
Kirab yang diinisiasi DPD KNPI Kaltara tersebut mengusung tema “Hidup Bersama Harus Dijaga, Damai Kita Sepanjang Masa.”
Menurut Zainal, tema itu bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan masyarakat. “Damai itu bukan hanya kita ucapkan, tetapi harus kita jaga bersama. Kita harus menghargai perbedaan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah persatuan,” katanya.
Gubernur menegaskan, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kerja nyata untuk membangun Kaltara. Menurutnya, daerah hanya dapat berkembang apabila masyarakat dan seluruh elemen pemerintahan mampu menjaga persatuan serta menciptakan suasana yang kondusif.
“Kalau kita ingin Kaltara semakin maju, maka keamanan, kedamaian dan persatuan harus menjadi tanggung jawab kita bersama. Jangan ada lagi perbedaan yang membuat kita terpecah. Kita semua adalah bagian dari Kaltara dan harus bersama-sama menjaga daerah ini,” tegasnya.
Zainal juga mengingatkan generasi muda agar tidak sekadar menjadi penonton dalam menjaga persatuan. Anak-anak muda dinilai memiliki peran penting untuk meneruskan semangat perjuangan dengan menjaga lingkungan sosial tetap positif dan menjauhkan diri dari berbagai tindakan yang dapat merusak persatuan.
“Generasi muda adalah penerus bangsa. Mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif, dengan belajar, berkarya dan menjaga persatuan. Jangan sampai semangat kebersamaan yang sudah kita bangun justru rusak karena perbedaan,” pungkasnya. (rln)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....