Penutupan POP 2026, Bupati Bulungan Tegaskan Pembinaan Atlet Muda Harus Berkelanj

  • 15 Agt 2026 15:03 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Pekan Olahraga Pelajar (POP) 2026 Kabupaten Bulungan resmi berakhir.

Ajang kompetisi olahraga prestasi tingkat Sekolah Dasar (SD) tersebut ditutup langsung Bupati Bulungan, Syarwani.

Penutupan POP tidak sekadar menjadi seremoni akhir pertandingan. Bupati Syarwani menegaskan, kompetisi pelajar harus ditempatkan sebagai bagian penting dari proses pembinaan atlet sejak usia dini.

Prestasi tidak boleh lahir secara instan, tetapi harus dibangun melalui kompetisi yang terukur dan pembinaan yang konsisten.

Dalam kesempatan tersebut, Syarwani turut menyaksikan langsung partai final sepak bola mini tingkat SD yang mempertemukan SD Negeri 020 dengan SD Negeri 002.

Pertandingan berlangsung ketat sebelum akhirnya SD Negeri 002 memastikan gelar juara setelah menang tipis 1-0.

Usai pertandingan, Bupati menyerahkan medali kepada para pemenang. Ia juga membagikan bola kepada sejumlah sekolah dasar di Bulungan sebagai dukungan terhadap penguatan aktivitas olahraga di lingkungan sekolah.

Menurut Syarwani, keberadaan fasilitas dan sarana olahraga di sekolah harus dibarengi dengan kesempatan bagi pelajar untuk berkompetisi.

Dengan demikian, bakat yang muncul tidak berhenti pada kegiatan ekstrakurikuler, tetapi dapat diarahkan menjadi prestasi yang mampu membawa nama Bulungan ke level yang lebih tinggi.

“Dengan adanya Pekan Olahraga Pelajar ini diharapkan dapat menjadi ajang pembinaan atlet-atlet muda Bulungan sekaligus menjadi langkah awal dalam menemukan bibit-bibit olahraga berprestasi yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah di berbagai tingkat pertandingan,” tegas Syarwani.

Ia menilai kompetisi pelajar juga memiliki nilai penting dalam membentuk karakter. Para peserta tidak hanya dituntut mengejar kemenangan, tetapi juga belajar disiplin, bekerja sama, menghormati lawan dan menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif.

Pada POP tingkat SD tahun ini, sejumlah cabang olahraga dipertandingkan, di antaranya sepak bola mini, bola voli dan tenis meja.

Rangkaian kompetisi tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menguji kemampuan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pembina dalam melihat potensi atlet muda yang layak dikembangkan lebih lanjut.

Syarwani menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong pembinaan olahraga yang berjenjang. Potensi atlet yang muncul dari tingkat sekolah harus mendapat pendampingan agar tidak terputus ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

“Jangan sampai anak-anak yang memiliki potensi hanya berhenti setelah mengikuti pertandingan. Mereka harus terus dibina, diarahkan dan diberikan ruang untuk berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, kompetisi olahraga prestasi tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP/SLTP) dijadwalkan mulai digelar pada 18 Agustus 2026.

Pelaksanaan kompetisi tersebut diharapkan semakin memperluas ruang pencarian bibit atlet Bulungan.

Pemerintah daerah menargetkan POP bukan sekadar agenda tahunan, melainkan menjadi salah satu fondasi pembinaan olahraga yang mampu melahirkan atlet berprestasi dan kompetitif hingga tingkat provinsi maupun nasional.

“Yang kita bangun bukan hanya pertandingan, tetapi sistem pembinaan. Dari sekolah inilah kita berharap lahir atlet-atlet Bulungan yang nantinya mampu berprestasi dan mengharumkan nama daerah,” pungkasnya. (rln/*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....