Dari Desa Dencarik untuk Indonesia: Kisah Sukses Usaha Laklak Kelor
- 20 Jul 2026 13:04 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Ketut Darmada membawa Laklak Kelor ke Pesta Kesenian Bali 2026 yang berlangsung di Denpasar dan menjadi daya tarik utama pengunjung.
- Pengunjung PKB rela mengantre hingga 3 jam untuk melihat Laklak Kelor milik Darmada, dengan antusiasme tertinggi pada sore dan malam hari.
- Ketut Darmada merasa kaget dan bersyukur atas sambutan antusias pengunjung terhadap karya seni tradisional Bali yang dibawanya.
RRI.CO.ID, Singaraja - Ketut Darmada, seorang warga Desa Dencarik, Buleleng Bali tak menyangka Laklak Kelor miliknya membuat para pengunjung Pesta Kesenian Bali (PKB) rela mengantre. Pria yang akrab disapa Darmada pun bersyukur dengan antusias pengunjung tersebut.
"Dari buka disini saya kaget rame yang antre, bahkan sampai 3 jam mereka rela utamanya sore dan malam sangat rame," ujarnya saat ditemui RRI di PKB, Denpasar Sabtu, 11 Juli 2026.
Bermula dari bertani pohon kelor pada tahun 2017, Ketut Darmada berinovasi dan menciptakan laklak kelor. Darmada kini menikmati hasil dari memutar otak dan keinginannya untuk membuat daun kelor agar bisa menjadi sesuatu yang menguntungkan setiap harinya dan naik kelas.
Darmada yang pertama kali membuka lapak UMKM Laklak Kelor di Denpasar itu merasa terbantu oleh pihak-pihak terkait utamanya dinas koperasi. Dengan demikian usaha Laklak miliknya dapat dipasarkan lebih luas tak hanya di Singaraja saja.
"Astungkara, kami bukan dilirik saja tapi juga dipegang untuk maju oleh dinas koperasi," ucapnya.
Darmada menyebut usaha Laklak Kelor dan Cendol Kelor tersebut merupakan usaha keluarga. Dengan konsep memberdayakan keluarga, maka diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Saat ditanya perbedaan laklak pada umumnya yang dijual dengan Laklak Kelor miliknya Darmada menyebut, selain rasanya enak laklak Kelor tentunya memberikan manfaat kesehatan.
Seperti diketahui daun kelor dipercaya memiliki bermacam khasiat misalnya mengatasi pegal linu, nyeri, rematik, dan bahkan disebut bisa menurunkan kadar asam urat. Kuliner unik khas Buleleng yang tak hanya enak di lidah ini juga memiliki segudang khasiat untuk tubuh.
Daun sejuta khasiat memiliki sifat anti-inflamasi. Daun kelor juga dipercaya mampu menangkal radikal bebas, menurunkan kadar gula darah, memelihara fungsi dan kesehatan otak, mengontrol tekanan darah, serta diyakini mampu menghambat tumbuhnya sel kanker.
"Untuk yang mengonsumsi enaknya dapat, sehatnya dapat, untuk kami ya cuannya juga dapat," katanya sembari tertawa kecil.
Darmada pun memaparkan prinsip hidup yang dimilikinya. Dirinya mengibaratkan sebuah akar di pepohonan yang berjuang dibawah tanah. Meski tak ada tahu beratnya menjadi akar dan yang dipuji hanya bunga yang terlihat cantik atau buahnya yang manis tetapi saat ada badai maupun terjangan angin ternyata akar lah yang terkuat.
Dengan begitu dia mengharapkan agar seluruh UMKM khususnya di Bali menguatkan diri. Demi terwujudnya UMKM sejahtera dan negara kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....