Gempa M5,2 Guncang Lombok Barat, Tidak Berpotensi Tsunami
- 07 Okt 2026 07:41 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Gempa bumi tektonik magnitudo 5,2 mengguncang Lombok Barat pada 7 Oktober 2026 pukul 03.15 WIB dengan episenter berjarak sekitar 14 kilometer tenggara dari wilayah tersebut.
- Gempa berada pada kedalaman 82 kilometer dan dikategorikan sebagai gempa bumi menengah dengan mekanisme normal fault atau pergerakan turun.
- BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil analisis lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.
RRI.CO.ID, Singaraja - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 7 Oktober 2026 dini hari. Gempa terjadi pada pukul 03.15 WIB, dengan episenter berada di darat sekitar 14 kilometer tenggara Lombok Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis BMKG, gempa berada pada kedalaman 82 kilometer dengan koordinat 8,81 derajat Lintang Selatan dan 116,16 derajat Bujur Timur. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa dikategorikan sebagai gempa bumi menengah. Gempa terjadi akibat deformasi batuan di dalam lempeng dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat hingga Bali dengan intensitas yang berbeda. Di Mataram, guncangan mencapai skala IV-V MMI yang berarti getaran dirasakan hampir oleh seluruh penduduk dan menyebabkan banyak orang terbangun. Sementara di Lombok Tengah dirasakan pada skala III-IV MMI, sedangkan Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat dan Sumbawa merasakan guncangan pada skala III MMI.
Getaran juga dilaporkan terasa hingga Kuta dengan intensitas II-III MMI serta Denpasar pada skala II MMI. Pada skala II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang tergantung dapat terlihat bergoyang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak guncangan terasa hingga wilayah Bali, meskipun dengan intensitas lebih rendah.
BMKG menyatakan hingga pukul 03.45 WIB telah terdeteksi satu aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Gempa susulan tersebut memiliki magnitudo 1,3 sehingga jauh lebih kecil dibandingkan gempa utama. BMKG tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan maupun kerusakan akibat guncangan gempa. "Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujarnya.
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa susulan dan menyampaikan pembaruan informasi kepada pemangku kepentingan serta masyarakat. Masyarakat diminta memastikan setiap informasi mengenai gempa maupun potensi tsunami berasal dari kanal resmi BMKG. "Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....