KPU Buleleng Ajak Siswa SMK Negeri 1 Sawan Kritis Hadapi Hoaks Pemilu
- 06 Okt 2026 18:00 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pendidikan demokrasi bukan hanya sekadar pemungutan suara saat Pemilu, tetapi juga mencakup pemahaman tentang hak pilih, menghormati perbedaan pendapat, dan kemampuan menyaring informasi yang perlu ditanamkan sejak bangku sekolah.
- KPU Kabupaten Buleleng mengadakan sosialisasi pendidikan demokrasi dan kepemiluan di SMK Negeri 1 Sawan, Singaraja, pada Selasa, 6 Oktober 2026, dengan melibatkan perwakilan OSIS, Majelis Perwakilan Kelas, dan pengurus kelas.
- Generasi muda perlu dipersiapkan sejak dini untuk memahami nilai-nilai demokrasi sebagai bagian penting dari pendidikan karakter dan kesiapan menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
RRI.CO.ID, Singaraja - Pendidikan demokrasi tidak hanya berbicara tentang pemungutan suara saat pemilihan umum (Pemilu). Pemahaman mengenai hak pilih, perbedaan pendapat, hingga kemampuan menyaring informasi menjadi bagian penting yang perlu dikenalkan kepada generasi muda sejak bangku sekolah.
Hal itu menjadi salah satu materi dalam sosialisasi pendidikan demokrasi dan kepemiluan yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng di SMK Negeri 1 Sawan, Selasa, 6 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Majelis Perwakilan Kelas (MPK), serta pengurus kelas.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMK Negeri 1 Sawan, Ni Komang Sri Yuliani, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh siswa tidak hanya berhenti sebagai pemahaman pribadi, tetapi dapat diteruskan kepada lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Diharapkan informasi yang didapatkan hari ini dapat disebarkan kembali kepada lingkungan, baik kepada teman, keluarga, dan yang lainnya,” ujar Sri Yuliani.
Materi kepemiluan kemudian disampaikan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata. Ia mengawali pemaparan dengan pertanyaan sederhana, “kenapa harus ada Pemilu?” Pertanyaan tersebut digunakan untuk mengajak siswa memahami alasan dan fungsi Pemilu dalam sistem demokrasi.
Dari pertanyaan itu, siswa diajak mengenal prinsip-prinsip demokrasi, sejarah demokrasi, konsep Trias Politika, serta tugas tiga lembaga penyelenggara Pemilu, yakni KPU, Bawaslu, dan DKPP. Materi juga mencakup hak pilih dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menentukan arah kehidupan demokrasi.
Peran generasi muda menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Siswa didorong memahami bahwa hak pilih harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab, terlebih ketika mereka mulai memasuki usia sebagai pemilih. Pengetahuan kepemiluan dinilai penting agar pilihan tidak hanya didasarkan pada informasi yang diterima secara sepintas.
Di tengah tingginya arus informasi, siswa juga diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang berkaitan dengan Pemilu. Setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya sebelum dipercaya atau disebarkan, terutama informasi yang berpotensi menjadi hoaks dan memengaruhi pilihan masyarakat.
Selain memahami kepemiluan, siswa didorong menerapkan nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Kebiasaan berdiskusi, menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, menghormati perbedaan pandangan, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar menjadi bagian dari praktik demokrasi yang dapat dilakukan sejak dini.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi di ruang sekolah. KPU Buleleng mendorong siswa menjadi pemilih muda yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab, sekaligus mampu membantu menyebarkan informasi kepemiluan yang benar kepada lingkungan sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....