Kekeringan Meluas, BPBD Jembrana Salurkan 532 Ribu Liter Air Bersih
- 04 Okt 2026 19:26 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- BPBD Jembrana telah mendistribusikan 532.200 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan sejak 16 Juli hingga 2 Oktober 2026.
- Air bersih disalurkan sebanyak 119 kali kepada 1.048 kepala keluarga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
- Bantuan tidak hanya diberikan kepada masyarakat, tetapi juga ke fasilitas pendidikan dan tempat ibadah di wilayah yang terdampak kekeringan.
RRI.CO.ID, Negara – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jembrana, Bali, membuat kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana mencatat telah menyalurkan 532.200 liter air bersih sejak 16 Juli hingga 2 Oktober 2026.
Air bersih tersebut didistribusikan sebanyak 119 kali kepada 1.048 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Bantuan juga disalurkan ke sejumlah fasilitas pendidikan dan tempat ibadah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan distribusi dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Air kemudian dikirim langsung ke lokasi yang membutuhkan.
"Distribusi kami lakukan berdasarkan laporan dari masyarakat. Air kami kirim langsung ke titik-titik yang membutuhkan," ujar Agus, Minggu, 4 Oktober 2026.
Selain BPBD Jembrana, penyaluran air bersih bagi warga terdampak kekeringan juga dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Jembrana dan Polres Jembrana.
Menurut Agus, persoalan lain yang ditemukan di lapangan adalah keterbatasan tempat penampungan air. Tidak semua lokasi yang menerima bantuan memiliki tandon yang memadai.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPBD Jembrana telah memasang 18 unit bak tandon di sejumlah lokasi terdampak. BPBD Jembrana juga memberikan terpal yang dapat digunakan masyarakat sebagai tempat penampungan sementara.
"Selain tandon ada juga yang kami kasih terpal untuk menampung air. Karena tandon kita habis. Total ada 18 tandon yang sudah kami pasang. Yang penting, air yang didistribusikan bisa tertampung dan dimanfaatkan warga," jelas Agus.
Sejumlah fasilitas umum juga telah mendapat pasokan air bersih, di antaranya SMP Negeri 3 Melaya, SD Negeri 6 Pendem, SD Negeri 2 Pendem, SD Negeri 5 Berangbang, SD Negeri 2 Dauhwaru, serta Pura Puseh Taman Sari, Desa Tukadaya.
Sementara itu, pada Minggu, 4 Oktober 2026, BPBD Jembrana kembali menyalurkan air bersih di Kecamatan Negara. Sebanyak 4.000 liter air dikirim ke Banjar Munduk Tumpeng Kelod, Desa Berangbang, untuk memenuhi kebutuhan 30 KK terdampak kekeringan.
Distribusi juga dilakukan di Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan 80 KK.
BPBD Jembrana memperkirakan persoalan kekeringan masih akan berlangsung. Musim kemarau diprediksi terjadi hingga Desember 2026, sehingga sejumlah wilayah berpotensi mengalami kekurangan air bersih apabila sumber air masyarakat terus menyusut.
"Krisis air bersih ini berpotensi semakin meluas. Apalagi musim kemarau diprediksi masih akan terus terjadi hingga Desember mendatang," tegas Agus.
BPBD Jembrana saat ini menyiagakan armada dan personel untuk merespons laporan masyarakat terkait kekurangan air bersih.
"Masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih kami harap segera melapor agar distribusi dapat dilakukan sebelum kondisi semakin parah," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....