Lantik 7 ASN, Sutjidra: Jangan Pindah, Buleleng Masih Kekurangan Pegawai

  • 03 Okt 2026 08:29 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra melantik tujuh ASN pada Jumat, 2 Oktober 2026, untuk mengisi keterbatasan jumlah aparatur dalam pelayanan publik.
  • Ketujuh ASN yang dilantik terdiri dari tiga pegawai negeri sipil lulusan IPDN Tahun 2025 dan empat Pejabat Fungsional Ahli Utama.

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, masih menghadapi keterbatasan jumlah aparatur sipil negara (ASN) di tengah kebutuhan pelayanan publik yang terus berjalan. Kondisi itu menjadi perhatian saat Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra melantik tujuh ASN di lingkungan Pemkab Buleleng, Jumat, 2 Oktober 2026.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Ruang Rapat Lobby Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng. Tujuh ASN yang dilantik terdiri dari tiga pegawai negeri sipil (PNS) lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2025 dan empat Pejabat Fungsional Ahli Utama.

Empat pejabat fungsional tersebut terdiri dari satu Jabatan Fungsional Dokter Ahli Utama serta tiga Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah Ahli Utama. Pengangkatan ini diharapkan memperkuat kebutuhan aparatur pada sejumlah sektor yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat dan pembangunan daerah.

Sutjidra menegaskan sumpah jabatan yang diucapkan bukan sekadar bagian dari prosesi pelantikan. Ia meminta ASN yang baru dilantik menjalankan tugas dengan integritas, disiplin, loyalitas dan profesionalisme, serta mampu memberikan kontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Saya berharap ASN yang baru ini dapat bekerja ekstra keras untuk menjadi abdi negara yang mumpuni dan memberikan kontribusi nyata bagi pemerintahan Kabupaten Buleleng,” ujar Sutjidra.

Kebutuhan tenaga ASN menjadi salah satu persoalan yang masih dihadapi Pemkab Buleleng. Selain adanya ASN yang memasuki masa pensiun, jumlah formasi yang diberikan pemerintah pusat dinilai belum sebanding dengan kebutuhan daerah.

Karena itu, Sutjidra meminta ASN yang baru dilantik, khususnya mereka yang mendapatkan penempatan di Buleleng, tidak terburu-buru mengajukan perpindahan. Ia menyebut tenaga aparatur masih sangat dibutuhkan untuk menjaga pelayanan pemerintahan tetap berjalan.

“Kebutuhan kita sangat tinggi, namun saat ini hanya sedikit formasi yang didapatkan. Jadi saya sampaikan tadi agar tidak pindah, karena tenaganya sangat dibutuhkan untuk bisa mengabdi di Kabupaten Buleleng,” jelasnya.

Pemkab Buleleng juga kembali mengusulkan tambahan kebutuhan ASN untuk tahun ini. Jumlahnya sekitar 400 formasi yang mencakup tenaga pendidikan dan sejumlah jabatan fungsional lainnya, dengan harapan kebutuhan aparatur di berbagai perangkat daerah dapat dipenuhi secara bertahap.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua Komisi I DPRD Buleleng Luh Marleni, Sekretaris Daerah Gede Suyasa, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Putu Ariadi Pribadi, pimpinan perangkat daerah terkait serta rohaniawan. Penambahan dan penataan aparatur menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kapasitas pelayanan publik di tengah kebutuhan ASN yang masih terbatas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....