Gempa M3,8 Guncang Kuta Selatan, Getaran Terasa hingga Denpasar
- 02 Okt 2026 10:06 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3,8 mengguncang wilayah Kuta Selatan, Bali, Jumat, 2 Oktober 2026 pukul 08.46.54 WITA. Gempa tersebut berpusat di laut pada jarak sekitar 29 kilometer barat daya Tabanan, dengan kedalaman 86 kilometer. Getaran gempa dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Kuta Selatan, Kuta, dan Denpasar.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada pada koordinat 8,67 derajat Lintang Selatan dan 114,89 derajat Bujur Timur. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa bumi menengah. Gempa dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pergerakan turun dengan kombinasi mendatar. Mekanisme tersebut dikenal sebagai Normal Right-Lateral Oblique, yang menggambarkan karakter pergerakan sumber gempa. Kedalaman 86 kilometer membuat gempa ini termasuk dalam kategori gempa menengah.
| Baca juga: Gempa M 2,1 Guncang Timur Bangli Dini Hari |
Berdasarkan laporan masyarakat dan estimasi peta guncangan atau shakemap BMKG, getaran paling terasa di wilayah Kuta Selatan dan Kuta. Intensitas gempa di kedua wilayah tersebut berada pada skala II-III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan beberapa orang hingga terasa nyata di dalam rumah, termasuk benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Sementara itu, wilayah Denpasar merasakan gempa dengan intensitas II MMI. Getaran pada skala tersebut dapat dirasakan nyata di dalam rumah dan sensasinya seperti truk yang sedang melintas. Meski dirasakan di beberapa wilayah, BMKG belum melaporkan adanya dampak kerusakan akibat gempa tersebut.
Hingga pukul 09.15 WITA, BMKG menyatakan hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Pemantauan terhadap aktivitas kegempaan tetap dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi setelah gempa utama. Informasi terbaru akan disampaikan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat apabila terdapat perkembangan.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Badung, Cahyo Nugroho, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa. Langkah tersebut penting untuk mencegah risiko apabila terjadi gempa susulan atau kondisi bangunan tidak stabil.
"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempabumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," ujar Cahyo.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi kebencanaan melalui kanal resmi dan terverifikasi. Informasi resmi dapat diakses melalui kanal komunikasi BMKG serta situs dan aplikasi resmi yang disediakan untuk masyarakat. Dengan mengandalkan sumber informasi resmi, masyarakat diharapkan tidak ikut menyebarkan kabar yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....