Gempa M3,8 Guncang Buleleng, Warga Rasakan Getaran Pagi Hari

  • 23 Apr 2026 07:41 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Gempabumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, pada Kamis 23 April 2026 pagi. Getaran dirasakan warga sekitar pukul 05.34 WITA dan sempat membuat warga keluar rumah untuk memastikan kondisi sekitar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut memiliki magnitudo 3,8. Hasil analisis menunjukkan episenter berada di darat pada koordinat 8,21 LS dan 115,02 BT, atau sekitar 13 kilometer barat daya Buleleng dengan kedalaman 10 kilometer.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menyampaikan karakteristik gempa tersebut. Ia menjelaskan bahwa gempa yang terjadi tergolong dangkal dan dipicu aktivitas sesar aktif di darat.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di darat,” ujar Cahyo Nugroho.

Dampak gempa dirasakan di wilayah Kabupaten Buleleng dan sebagian Kabupaten Tabanan. Berdasarkan peta guncangan (shakemap), intensitas gempa mencapai skala III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah.

“Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” jelas Cahyo Nugroho dalam keterangan resminya. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat peristiwa tersebut.

BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hasil pemodelan menunjukkan sumber gempa tidak memicu gelombang laut yang membahayakan wilayah pesisir.

Selain itu, hingga pukul 06.00 WITA, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan lanjutan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi diharapkan hanya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa bumi, terutama di wilayah yang berada pada jalur sesar aktif, dengan tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....