KPU Buleleng Sasar Pelajar, Bekali Siswa SMAN 1 Banjar Soal Pemilu

  • 29 Sep 2026 21:12 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemahaman tentang demokrasi mulai dikenalkan kepada pelajar di Kabupaten Buleleng sejak bangku sekolah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng memberikan edukasi kepemiluan kepada siswa kelas X dan XI SMAN 1 Banjar, Selasa 29 September 2026, dengan materi yang dikemas melalui interaksi dan contoh sederhana.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan dari Kepala SMAN 1 Banjar, Ni Made Juni Anggreni. Pihak sekolah mengapresiasi edukasi yang diberikan KPU karena siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pemilu, tetapi juga diajak memahami proses demokrasi secara lebih dekat.

Materi disampaikan Anggota KPU Kabupaten Buleleng Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Putu Arya Suarnata. Penyampaian materi diawali dengan mengajak sejumlah siswa maju ke depan untuk mengikuti tes sederhana mengenai hal pertama yang muncul dalam pikiran ketika mendengar kata pemilu.

Dari interaksi tersebut, siswa kemudian diajak memahami alasan pemilu diperlukan dalam sistem demokrasi. Putu Arya menggunakan contoh sederhana, yakni ketika banyak orang ingin menjadi presiden, diperlukan mekanisme untuk menentukan siapa yang mendapatkan mandat sebagai pemimpin.

“Pemilu menjadi sarana bagi masyarakat untuk memilih pemimpin dan wakilnya secara demokratis,” ujar Putu Arya dalam pemaparan materi.

Pembahasan kemudian diarahkan pada pengetahuan dasar kepemiluan yang berkaitan dengan kehidupan bernegara. Para siswa diajak mengidentifikasi pemimpin yang sedang menjabat, mulai dari Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, hingga Bupati dan Wakil Bupati Buleleng.

Tidak hanya mengenalkan proses pemilihan pemimpin, KPU Buleleng juga menjelaskan sejumlah ketentuan dasar pemilu. Materi mencakup periode pelaksanaan pemilu, persyaratan menjadi pemilih, jumlah surat suara yang diterima pemilih, serta asas-asas yang menjadi dasar penyelenggaraan pemilu.

Putu Arya juga memaparkan sejarah demokrasi sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menentukan pilihan sebagai pemilih. Penyampaian materi berlangsung dua arah melalui pertanyaan, contoh kasus sederhana, dan respons langsung dari para siswa.

Sesi edukasi dilanjutkan dengan diskusi yang memberi kesempatan kepada siswa menyampaikan pertanyaan seputar demokrasi dan kepemiluan. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara jajaran KPU Buleleng, pihak sekolah, dan para siswa.

Melalui kegiatan tersebut, KPU Buleleng mendorong pengenalan demokrasi kepada generasi muda sejak dini. Edukasi kepemiluan di lingkungan sekolah diharapkan dapat membangun pengetahuan dan kesadaran siswa sebagai calon pemilih agar memahami hak serta tanggung jawabnya dalam kehidupan demokrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....