Enam Hari Nihil, SAR Siapkan Langkah Terakhir Cari Siswa di Gerokgak
- 29 Sep 2026 21:11 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pencarian Gede Adimas Raditya Wibawa, bocah 11 tahun yang terseret arus saat berenang di Pantai Gerokgak, Buleleng, kembali belum membuahkan hasil. Memasuki hari keenam, Selasa 29 September 2026, Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran melalui jalur laut dan darat, namun keberadaan korban masih belum ditemukan.
Operasi pencarian dimulai sejak pagi dengan pengerahan delapan personel Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng. Tim bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit Rescue Truck dan satu unit Rescue Car Type 2 sebelum melakukan briefing serta pembagian tugas pencarian.
Penyisiran laut dilakukan menggunakan Rubber Boat dari lokasi kejadian menuju arah timur dan barat. Selain itu, dua speed boat milik PT Cendana Mutiara juga dikerahkan untuk menyisir perairan dari kawasan Penyabangan, termasuk pencarian ke arah utara dan barat.
Pencarian melalui jalur darat juga dilakukan secara bersamaan. Personel SAR gabungan menyisir kawasan pesisir ke arah timur dan barat, sementara unsur lain melakukan pemantauan dari perairan menggunakan armada yang tersedia.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan seluruh upaya pencarian pada hari keenam belum menemukan korban. Penyisiran dilakukan dalam dua sorti dengan melibatkan sejumlah unsur SAR dan menggunakan peralatan pendukung pencarian di laut.
“Pencarian masih nihil dan dilanjutkan besok hari ke-7. Bila tidak ditemukan, pelaksanaan ditutup dan hanya dilakukan pemantauan serta koordinasi. Bila ada tanda ditemukan, operasi akan dibuka kembali untuk membantu evakuasi,” ujarnya.
Pencarian hari keenam berlangsung hingga pukul 18.00 WITA dan dihentikan sementara setelah seluruh unsur melakukan evaluasi serta debriefing. Operasi dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu (30/9/2026) pukul 06.00 WITA, sekaligus memasuki hari ketujuh pencarian.
Kondisi di lokasi menjadi salah satu kendala tim selama operasi. Angin cukup kencang, air di bawah permukaan keruh dengan jarak pandang sekitar 0,5 hingga 1 meter, sementara arus laut berubah-ubah sehingga menyulitkan proses pencarian di bawah maupun permukaan air.
Dalam operasi hari keenam, pencarian melibatkan Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Brimob Batalyon Kompi C Sat Brimob Polda Bali, Polairud Polda Bali, Polairud Polres Buleleng, Polsek Gerokgak, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kodim Buleleng, TNI AL Celukan Bawang, Satpol PP Kecamatan Gerokgak, PT Cendana Mutiara, Bhuana Bali Rescue, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Sejumlah peralatan digunakan dalam pencarian, mulai dari Rubber Boat, dua speed boat PT Cendana Mutiara, peralatan selam, Aqua Eye, peralatan komunikasi, hingga peralatan SAR pendukung lainnya. Meski enam hari pencarian belum memberikan hasil, tim tetap menyiapkan pencarian hari ketujuh sesuai hasil evaluasi operasi.
Donny menegaskan pihak keluarga telah memahami mekanisme operasi sesuai standar operasional prosedur (SOP). Setelah pencarian hari ketujuh, apabila korban belum ditemukan, operasi aktif akan ditutup dan statusnya dilanjutkan melalui pemantauan serta koordinasi.
“Untuk sementara sesuai SOP dan pihak keluarga sudah memahami serta mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR Gabungan. Rencananya besok konsolidasi di Kantor Desa Gerokgak pukul 11.00 WITA dan mudah-mudahan tidak ada perubahan,” katanya.
Hingga akhir pencarian hari keenam, status Gede Adimas masih dalam pencarian. Tim SAR Gabungan akan kembali bergerak sejak pagi hari ketujuh dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus dan keamanan personel di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....