Bocah 11 Tahun Terseret Arus di Pantai Gerokgak, SAR Sisir Laut

  • 25 Sep 2026 06:49 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Seorang bocah berusia 11 tahun dilaporkan hilang setelah terseret arus saat berenang di Pantai Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Kamis 24 September 2026. Hingga operasi pencarian hari pertama berakhir, korban belum berhasil ditemukan.

Korban diketahui bernama Gede Adimas Raditya Wibawa (11), siswa kelas V SD yang tinggal di Banjar Dinas Batuagung, Desa Gerokgak. Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar pukul 17.10 WITA dari anggota Polsek Gerokgak, Kadek Partha.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WITA ketika korban bersama dua temannya berenang menggunakan styrofoam di perairan Pantai Gerokgak. Sekitar pukul 16.30 WITA, ketiganya terseret arus ke arah tengah laut dan dua anak berhasil diselamatkan warga, sedangkan korban hilang terbawa arus.

Menerima laporan tersebut, Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng langsung mengerahkan enam personel menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, tim melaksanakan briefing untuk membagi tugas dan menentukan pola pencarian melalui jalur laut maupun darat.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan pencarian di laut dimulai menggunakan rubber boat dengan menyisir perairan di sebelah utara lokasi kejadian. Pada saat yang sama, personel lainnya melakukan penyisiran sepanjang pesisir pantai ke arah timur dan barat.

“Pada pukul 18.10 rubber boat mengarah ke utara. Tim di pesisir pantai juga melaksanakan penyisiran ke arah timur dan barat,” ujarnya.

Pencarian melalui jalur laut berlangsung hingga pukul 18.40 WITA, kemudian seluruh personel kembali melanjutkan penyisiran darat. Tim SAR gabungan menyesuaikan pola pencarian dengan kondisi arus, cuaca, dan karakteristik wilayah pantai di sekitar lokasi.

Donny menambahkan operasi SAR akan terus dilanjutkan sesuai prosedur yang berlaku apabila korban belum ditemukan. Pencarian direncanakan berlangsung hingga tujuh hari dengan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan.

“Pencarian akan terus dilakukan selama tujuh hari apabila korban belum ditemukan, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca, arus, dan situasi di lapangan,” katanya.

Operasi hari pertama resmi dihentikan pada pukul 21.30 WITA dengan hasil korban masih dalam pencarian. Unsur yang terlibat meliputi Pos SAR Buleleng, Polairud Polda Bali, Polairud Polres Buleleng, Polsek Gerokgak, TNI AL Celukan Bawang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, pemerintah kecamatan dan desa, serta keluarga korban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....