PLN Dukung Pemulihan Terumbu Karang Lovina lewat Bank Coral Banyumilir

  • 29 Sep 2026 09:15 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Program Bank Coral Banyumilir yang diinisiasi Yayasan Banyumilir Manik Segara menanam fragmen karang pada struktur di dasar laut untuk memulihkan terumbu karang yang rusak di pesisir Lovina, Buleleng, Bali.
  • Masyarakat pesisir, nelayan, pelaku wisata, dan generasi muda dilibatkan secara aktif dalam kegiatan pemulihan, konservasi, dan edukasi lingkungan laut.
  • Pendekatan kolaboratif melibatkan berbagai stakeholder lokal untuk memastikan keberlanjutan program pemulihan ekosistem laut jangka panjang.

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemulihan terumbu karang di kawasan pesisir Lovina, Buleleng, Bali, terus dikembangkan dengan melibatkan masyarakat. Fragmen karang ditanam pada struktur yang ditempatkan di dasar laut melalui program Bank Coral Banyumilir untuk membantu memulihkan ekosistem yang mengalami kerusakan.

Program yang diinisiasi Yayasan Banyumilir Manik Segara itu tidak hanya menyasar pemulihan terumbu karang. Masyarakat pesisir, nelayan, pelaku wisata, hingga generasi muda dilibatkan dalam kegiatan konservasi dan edukasi lingkungan laut.

Dukungan terhadap program tersebut kembali diberikan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali melalui program PLN Peduli. Bantuan tahap kedua diserahkan di Basecamp Banyumilir Foundation, Banjar Dinas Celukbuluh, Buleleng, Senin, 28 September 2026.

Hingga kini, lebih dari 100 struktur bank coral telah dikembangkan di bawah laut. Struktur tersebut digunakan sebagai media penanaman dan transplantasi fragmen karang untuk membantu mengembalikan fungsi ekosistem terumbu karang yang mengalami tekanan lingkungan.

Ketua Yayasan Banyumilir Manik Segara, I Ketut Wiryadana, mengatakan pemulihan terumbu karang harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat pesisir. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar kegiatan konservasi tidak berhenti pada penanaman karang.

“Konservasi tidak cukup hanya dengan menanam karang. Masyarakat juga perlu dilibatkan dan memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk menjaga lingkungan laut secara berkelanjutan,” ujarnya.

Keterlibatan masyarakat dilakukan melalui pelatihan teknis kepada kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) dan nelayan lokal. Hingga saat ini, program Bank Coral Banyumilir disebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 200 masyarakat pesisir, pelaku wisata, dan generasi muda di wilayah tersebut.

Selain kegiatan di bawah laut, program konservasi juga dikembangkan melalui edukasi. Kegiatannya antara lain pengenalan ekosistem laut, pemahaman mengenai dampak perubahan iklim, snorkeling edukatif bagi pelajar, serta pemanfaatan teknologi virtual reality (VR) untuk memperkenalkan kehidupan bawah laut.

Kepala Desa Kalibukbuk, Ketut Suka, menilai kegiatan tersebut memiliki kaitan langsung dengan kehidupan masyarakat setempat. “Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Program ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut,” katanya.

Sementara itu, Senior Manager Komunikasi dan Umum PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali, Imbar Susanto, mengatakan dukungan terhadap Bank Coral Banyumilir merupakan bagian dari pelaksanaan PLN Peduli. Program tersebut diarahkan untuk mendukung lingkungan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah kerja PLN.

“PLN tidak hanya menjalankan tugas untuk menjaga keandalan kelistrikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk turut mendukung keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar wilayah kerja,” ucapnya.

Imbar menambahkan, kolaborasi dengan Yayasan Banyumilir juga diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Menurutnya, keterlibatan masyarakat diharapkan dapat membuat kegiatan konservasi berjalan secara berkelanjutan dan tidak bergantung hanya pada dukungan lembaga tertentu.

“Yang kami harapkan bukan hanya keberlanjutan programnya, tetapi juga semakin kuatnya peran masyarakat sebagai penjaga lingkungan di wilayahnya sendiri. Ketika konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan edukasi dapat berjalan bersama, manfaatnya akan lebih panjang,” tutur Imbar.

Pengembangan Bank Coral Banyumilir menjadi salah satu upaya kolaboratif menjaga kawasan pesisir Lovina. Pemulihan terumbu karang dilakukan bersamaan dengan peningkatan pengetahuan masyarakat, sehingga konservasi tidak hanya berlangsung di bawah laut, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas masyarakat pesisir Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....