Normalisasi Danau Buyan Tuntas, TNI dan Warga Jaga Kelestarian Alam
- 28 Jul 2026 08:07 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pembersihan dan normalisasi Danau Buyan di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, resmi rampung setelah berlangsung selama 47 hari, sejak 9 Juni hingga 27 Juli 2026. Kegiatan bertajuk Bakti Lingkungan Hidup Menyatu Dengan Alam itu melibatkan TNI, Pemerintah Kabupaten Buleleng, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, instansi terkait, serta masyarakat. Program tersebut menjadi langkah nyata untuk mengembalikan fungsi Danau Buyan sebagai sumber air, penyangga ekosistem, sekaligus destinasi wisata alam unggulan di Bali Utara.
Selama proses normalisasi, fokus utama diarahkan pada pembersihan eceng gondok dan gulma yang menutupi sebagian permukaan danau. Keberadaan gulma dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem dan berpotensi mengurangi daya dukung Danau Buyan sebagai kawasan konservasi. Dengan selesainya pembersihan, diharapkan kualitas lingkungan danau dapat terus terjaga melalui pemeliharaan yang berkelanjutan.
Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, mengatakan keberhasilan normalisasi Danau Buyan merupakan bentuk nyata sinergi TNI bersama pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, membantu masyarakat mengatasi berbagai kesulitan, termasuk persoalan lingkungan, merupakan bagian dari tugas pokok TNI.
"Kita selesaikan pekerjaan rumah kita untuk kelestarian lingkungan. Salah satu tugas pokok kami TNI di sini adalah membantu masyarakat untuk mengatasi kesulitan. Program Korem 163/Wira Satya ini juga merupakan perintah dari komando atas dan didukung oleh Bapak Kasad melalui bantuan peralatan. Danau Buyan ini merupakan sumber air yang harus kita jaga. Bali memiliki lima kawasan tirta yang menjadi ekosistem penting, yakni Danau Bratan, Tamblingan, Buyan, Batur, dan Yeh Malet. Semuanya harus kita lestarikan karena menjadi kekuatan Bali yang bertumpu pada seni, budaya, dan pariwisata. TNI akan terus mendukung program pembangunan pemerintah daerah sekaligus menjaga kearifan lokal agar keindahan Bali tetap terpelihara," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mayjen TNI Piek Budyakto menjelaskan normalisasi Danau Buyan telah berhasil mengembalikan fungsi kawasan perairan yang memiliki luas sekitar 250 hektare tersebut. Dari total luasan itu, sekitar tujuh hektare terdampak eceng gondok dan berhasil dibersihkan dalam waktu singkat sebelum dilanjutkan dengan penataan kawasan hingga tuntas selama 47 hari.
"Hari ini, Senin 27 Juli 2026, bertempat di Danau Buyan Kabupaten Buleleng, kita bersama masyarakat, BKSDA Bali, dan unsur pemerintah daerah telah menuntaskan selama kurang lebih 47 hari membersihkan gulma dan menormalkan Danau Buyan kembali pada fungsinya untuk pelestarian lingkungan, terutama menjaga kandungan air yang ada di danau ini. Selanjutnya pemeliharaan akan dilakukan secara periodik oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama seluruh komponen masyarakat, khususnya Desa Pancasari. Setelah Danau Buyan, program Korem 163/Wira Satya akan dilanjutkan dengan normalisasi Danau Batur sehingga seluruh lima kawasan tirta di Bali dapat terus terjaga kelestariannya," katanya.
Sementara itu, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang telah menyukseskan program normalisasi Danau Buyan. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus diikuti dengan komitmen bersama agar kondisi danau tetap bersih dan tidak kembali dipenuhi gulma. Pemerintah daerah bersama masyarakat dan BKSDA akan menjadikan kegiatan pemeliharaan sebagai agenda rutin.
"Setelah seluruh pekerjaan ini selesai dan alat-alat diangkat, kita akan melakukan pemeliharaan secara rutin dan berkala. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, masyarakat, BKSDA maupun Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Sekarang Danau Buyan sudah bersih dan sangat indah. Ke depan kawasan ini akan kembali menjadi daya tarik wisata di Kecamatan Sukasada. Paling tidak setiap tiga bulan atau enam bulan sekali kita akan melakukan pembersihan bersama-sama agar kondisi danau tetap terjaga," ucapnya.
Bupati Sutjidra menambahkan, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga akan melibatkan Desa Adat Pancasari beserta Karang Taruna dalam pengelolaan kawasan Danau Buyan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat adat menjadi kunci keberhasilan menjaga kelestarian kawasan konservasi tersebut dalam jangka panjang. Dengan kolaborasi antara pemerintah, TNI, BKSDA, desa adat, dan masyarakat, Danau Buyan diharapkan tetap menjadi sumber kehidupan sekaligus destinasi wisata alam yang lestari bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....