Raih BOS Kinerja Terbaik, 8 Sekolah di Busungbiu Diminta Imbaskan Praktik Baik
- 22 Sep 2026 11:06 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Delapan sekolah dasar penerima BOS Kinerja Terbaik Tahun 2026 di Kecamatan Busungbiu mendapat penguatan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membagikan praktik baik kepada satuan pendidikan lainnya. Penguatan berlangsung di SD Negeri 1 Tinggarsari dan dibuka Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata, Selasa 22 September 2026.
Kegiatan diikuti kepala sekolah dan guru dari delapan sekolah penerima BOS Kinerja Terbaik, yakni SD Negeri 1 Tinggarsari, SD Negeri 1 Tista, SD Negeri 3 Pucaksari, SD Negeri 2 Bongancina, SD Negeri 4 Tista, SD Negeri 1 Bongancina, SD Negeri 1 Kedis, dan SD Negeri 1 Umejero.
Kepala Disdikpora Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata menegaskan, capaian sebagai penerima BOS Kinerja harus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola dan kualitas pembelajaran. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak semata-mata menjadi pencapaian administratif, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi sekolah dan peserta didik.
“Capaian sebagai penerima BOS Kinerja harus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola dan kualitas pembelajaran, bukan sekadar pencapaian administratif,” ucapnya.
Ia juga mendorong sekolah penerima BOS Kinerja mengimbaskan inovasi dan praktik baik kepada satuan pendidikan lainnya. Upaya tersebut diharapkan membuat manfaat program tidak berhenti pada sekolah penerima, tetapi dapat memperkuat ekosistem pendidikan secara lebih luas.
Surya Bharata menekankan tiga aspek penting dalam peningkatan mutu pendidikan berkelanjutan, yakni Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), penguatan literasi dan numerasi, serta digitalisasi pembelajaran. SPMI menjadi fondasi bagi sekolah untuk mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan, menyusun perbaikan, serta melakukan evaluasi secara konsisten.
“SPMI, penguatan literasi dan numerasi, serta digitalisasi pembelajaran merupakan tiga bagian penting dalam membangun mutu pendidikan yang berkelanjutan,” ucapnya.
Pada aspek digitalisasi, teknologi diharapkan tidak hanya digunakan sebagai perangkat dalam pembelajaran. Pemanfaatannya perlu diarahkan untuk menciptakan proses belajar yang lebih efektif, kreatif, dan adaptif sesuai kebutuhan peserta didik.
Pendalaman materi disampaikan Fasilitator Daerah Putu Widi Ciptaningsih bersama Korwil Disdikpora Kecamatan Busungbiu Gede Sumanaya. Materi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman sekolah dalam menerapkan kebijakan prioritas pendidikan ke dalam pengelolaan dan pembelajaran.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan pemahaman sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam menerjemahkan kebijakan pendidikan ke dalam program yang nyata, terukur, dan berdampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....