Kepulangan Jenazah Komang Tedy Tambah Kasus Kematian PMI Asal Jembrana
- 22 Sep 2026 06:54 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Jenazah pekerja migran Indonesia I Komang Tedy Arsa Biantara Putra berusia 24 tahun asal Kabupaten Jembrana, Bali, tiba di rumah duka pada Senin, 21 September 2026 setelah proses repatriasi.
- Proses repatriasi jenazah dari negara penempatan dimulai sejak Jumat, 18 September 2026 dan melibatkan perjalanan transit melalui beberapa negara sebelum mendarat di Jakarta.
RRI.CO.ID, Negara - Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jembrana, Bali, I Komang Tedy Arsa Biantara Putra (24), tiba di rumah duka di Banjar Mertasari, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, pada Senin, 21 September 2026 siang. Pemuda yang merupakan putra bungsu dari pasangan I Wayan Biantara (55) dan Ni Luh Manik (51) ini dijemput langsung oleh pihak keluarga bersama jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Jembrana setibanya di Bali.
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Produktivitas, dan Transmigrasi (P3T) Disnakerin Jembrana, I Putu Agus Arimbawa, mengatakan proses repatriasi jenazah dari negara penempatan telah berlangsung sejak Jumat, 18 September 2026. Setelah menempuh perjalanan panjang dan transit di beberapa negara, jenazah dijadwalkan mendarat terlebih dahulu di Jakarta.
| Baca juga: Bubur Pirata dalam Upacara Pitra Yadnya |
"Proses pemulangan tiba di Bandara Ngurah Rai pada Senin dini hari sekitar pukul 04.40 Wita. Begitu seluruh pengurusan dokumen dan administrasi di terminal kargo bandara rampung, jenazah Komang Tedy langsung diberangkatkan menuju rumah duka di Perancak untuk segera disemayamkan," jelas Agus Arimbawa.
Meninggalnya Komang Tedy menambah daftar duka bagi pahlawan devisa asal Bumi Makepung. Berdasarkan data yang dihimpun Disnakerin Jembrana, sepanjang periode Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak tujuh orang PMI asal Jembrana meninggal dunia di negara tempat mereka mengadu nasib.
Mayoritas kasus kematian para tenaga kerja tersebut dilaporkan akibat penyakit yang diderita saat berada di luar negeri, sementara satu kasus lainnya disebabkan oleh insiden kecelakaan. Terkait dominasi faktor penyakit, Agus Arimbawa memberikan penegasan bahwa hal tersebut tidak berkaitan dengan kelolosan tes kesehatan awal.
"Memang sebagian besar pemicunya adalah sakit. Namun, perlu dicatat bahwa itu bukan masalah rekam medis saat persiapan sebelum berangkat. Kami menduga kondisi tersebut muncul karena faktor perubahan iklim, ritme kerja, atau pola hidup selama berada di negara penempatan," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....