Pemkab Buleleng Perkuat Desa Siaga TBC, Kejar Target Eliminasi 2030
- 22 Sep 2026 08:52 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Buleleng membentuk desa dan kelurahan siaga TBC untuk mempercepat penanganan tuberkulosis di tingkat komunitas.
- Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng mengadakan monitoring dan evaluasi pembentukan desa siaga TBC secara daring pada Senin, 21 September 2026.
- Strategi ini mendukung target eliminasi TBC nasional pada 2030 dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat mulai dari tingkat desa dan kelurahan.
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui pembentukan desa dan kelurahan siaga TBC. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mempercepat penanganan TBC sekaligus mendukung target eliminasi TBC nasional pada 2030.
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menggelar pertemuan monitoring dan evaluasi (Monev) pembentukan desa dan kelurahan siaga TBC secara daring, Senin, 21 September 2026. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, mengatakan percepatan penanganan TBC membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Percepatan penanganan TBC tidak bisa lagi dilakukan dengan pola biasa. Kita membutuhkan komitmen kuat hingga ke tingkat desa dan kelurahan melalui penguatan kader serta legalitas pembentukan tim siaga,” ujar Mertiasa.
Menurutnya, kader memiliki peran penting dalam mendukung deteksi dini sekaligus mendampingi pasien hingga menyelesaikan pengobatan. Karena itu, keberadaan Tim Siaga TBC perlu diperkuat melalui surat keputusan (SK) kepala desa atau lurah sebagai payung hukum pelaksanaan kegiatan di tingkat lokal.
Mertiasa menyebut masih terdapat sejumlah tantangan dalam pembentukan Tim Siaga TBC. Di antaranya perbedaan pemahaman perangkat desa mengenai urgensi penanganan TBC, keterbatasan dukungan anggaran, serta penolakan Terapi Pencegahan TBC (TPT) oleh kontak serumah pasien akibat masih adanya stigma di masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, capaian penemuan kasus atau treatment coverage TBC pada 2025 mencapai 82 persen dari target 90 persen. Sementara itu, angka keberhasilan pengobatan atau success rate berada di angka 77 persen dari target 90 persen, dengan angka kematian pasien mencapai 12 persen dan loss to follow-up atau putus obat sebesar 9 persen.
“Hambatan teknis maupun sosial di lapangan harus kita urai bersama. SK desa dan kelurahan siaga TBC bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud nyata hadirnya pemerintah desa untuk melindungi warganya dari penularan TBC,” ucap Mertiasa.
Pembentukan desa dan kelurahan siaga TBC di Buleleng dilaksanakan melalui lima tahapan sepanjang 2026. Tahapan tersebut diawali rapat koordinasi pembentukan pada 28 Juli 2026, dilanjutkan sosialisasi secara hybrid pada 28 Agustus 2026, serta pertemuan monev yang saat ini tengah berlangsung.
Tahapan berikutnya berupa workshop pembentukan desa dan kelurahan siaga TBC yang dijadwalkan pada Oktober 2026. Rangkaian kegiatan kemudian akan dilanjutkan dengan sosialisasi dan launching penyelenggaraan desa dan kelurahan siaga TBC pada November 2026.
Pemkab Buleleng berharap penguatan peran desa dan kelurahan dapat memperluas deteksi dini, pendampingan pengobatan, serta pencegahan penularan TBC di masyarakat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan Buleleng terhadap target eliminasi TBC nasional 2030.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....