Sudaji Peace Trail Fun Run Satukan Olahraga, Wisata, dan Pelestarian Alam
- 20 Sep 2026 11:33 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, menjadi pusat peringatan Hari Perdamaian Dunia sekaligus panggung kolaborasi olahraga, pariwisata, dan pelestarian lingkungan melalui Sudaji Peace Trail Fun Run 2026, Minggu, 20 September 2026. Ratusan peserta berlari menyusuri jalur persawahan dan kawasan subak sambil membawa pesan menjaga alam, menggerakkan UMKM, serta memperkuat identitas Desa Sudaji sebagai pelopor eko-agrowisata organik.
Pelepasan peserta dilakukan secara resmi oleh Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya didampingi Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. Turut mendampingi Ketua DPD HKTI Provinsi Bali, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua KONI dan PASI Kabupaten Buleleng, Camat Sawan, Perbekel Sudaji, serta unsur Desa Adat Sudaji.
Tak hanya menghadirkan lari lintas alam, rangkaian kegiatan juga diisi pembukaan Pasar UMKM oleh Ny. Putri Suastini Koster, penebaran eco-enzyme dan pupuk organik di sepanjang rute, deklarasi “Sudaji Cantik Tanpa Plastik, Sudaji Unik dengan Organik”, hingga penanaman bibit pohon sebagai simbol komitmen konservasi kawasan desa.
| Baca juga: SHR 2026 Meriahkan 49 Tahun SMPN 1 Sukasada |
Membacakan sambutan Gubernur Bali, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya menegaskan bahwa konsep sport tourism harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam dan budaya Bali. Desa Sudaji dinilai menjadi contoh bagaimana olahraga dapat dipadukan dengan pengalaman wisata pedesaan, pertanian, kuliner, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Sudaji Peace Trail Fun Run mengajarkan bahwa olahraga, pariwisata, lingkungan, budaya, dan ekonomi masyarakat bisa berjalan bersama dalam semangat pembangunan Bali yang berkelanjutan,” ujarnya.
Usai kegiatan, Sumarajaya menambahkan bahwa sport tourism kini menjadi salah satu tren baru yang terus berkembang di Bali. Menurutnya, pemerintah provinsi mendorong setiap kabupaten memanfaatkan potensi alamnya untuk menghadirkan event yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi desa.

“Sport tourism adalah daya tarik baru pariwisata Bali. Karena itu kami mendorong setiap kabupaten dan destinasi wisata mengembangkan event seperti ini agar wisatawan datang, alam tetap lestari, dan ekonomi desa ikut bergerak,” katanya.
Ia menyebut sejumlah kawasan di Bali telah lebih dulu menggelar kegiatan serupa, seperti Jatiluwih, Batur, Bukit Mentik, hingga Nusa Dua. Desa Sudaji pun diharapkan mampu berkembang menjadi bagian dari kalender event pariwisata berbasis desa yang konsisten menghadirkan wisatawan minat khusus.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna. Ia menilai Desa Sudaji merupakan salah satu ikon desa wisata Kabupaten Buleleng yang telah dikenal luas, bahkan meraih berbagai penghargaan hingga tingkat internasional sebagai destinasi berbasis masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Buleleng sangat mengapresiasi kegiatan Pokdarwis dan kelompok tani di Desa Sudaji karena ini menjadi aset daerah dalam memperkuat desa wisata yang dikenal hingga tingkat internasional,” ucapnya.
Menurut Supriatna, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, kelompok tani, dan pelaku pariwisata menjadi fondasi penting dalam membangun desa wisata yang berkelanjutan. Kegiatan seperti ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi mampu menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Sementara itu, Ketua Panitia Ketut Susana mengatakan penyelenggaraan perdana Sudaji Peace Trail Fun Run menjadi pengalaman berharga bagi panitia. Antusiasme peserta dinilai menjadi modal besar untuk menyempurnakan penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya.
“Kami ingin mengenalkan Sudaji secara perlahan melalui jogging dan wisata kebugaran. Yang terpenting adalah konsisten membangun desa dengan kolaborasi pertanian, subak, dan pariwisata agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Ia menjelaskan, jalur trail sepanjang sekitar enam kilometer yang digunakan tahun ini baru sebagian kecil dari potensi yang dimiliki Desa Sudaji. Ke depan, pengembangan jalur setapak, kawasan subak, dan pertanian organik diharapkan semakin memperkuat posisi Sudaji sebagai destinasi eco agrotourism di Buleleng.
Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, petani, dan UMKM menjadi langkah nyata membangun pariwisata desa yang sehat, lestari, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....