BPBD Buleleng Perkuat Kolaborasi Hadapi Ancaman Kekeringan

  • 20 Sep 2026 18:38 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • BPBD Kabupaten Buleleng melakukan penanganan kekeringan melalui distribusi air bersih dan kerja sama lintas sektor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • Tiga desa menjadi fokus utama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, yaitu Jagaraga, Sinabun, dan Madenan yang mengalami kekeringan.
  • Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng I Gede Dharma Sudana memimpin upaya penanganan bencana kekeringan di daerah Singaraja.

RRI.CO.ID, Singaraja - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Buleleng terus melakukan penanganan kekeringan melalui distribusi air bersih dan kerja sama lintas sektor.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng I Gede Dharma Sudana menjelaskan, saat ini terdapat tiga desa yang menjadi perhatian dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, yakni Jagaraga, Sinabun dan Madenan.

Keterbatasan armada tangki air membuat BPBD perlu berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia atau PMI untuk mendukung distribusi air kepada masyarakat terdampak.

I Gede Dharma mengatakan, BPBD hanya memiliki satu truk tangki untuk mendistribusikan air bersih sehingga dukungan dari PMI sangat dibutuhkan.

“Kami hanya miliki truk tangki untuk pengangkut air itu hanya satu. Maka dari itu kami berkomunikasi dengan pihak PMI. Pihak PMI yang selama ini sangat membantu sekali untuk program kerja kami, itu langsung bergerak” ujarnya.

Selain memenuhi kebutuhan air bersih, BPBD Buleleng juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.

Apabila kondisi kekeringan mulai mengganggu irigasi, salah satu strategi yang disiapkan adalah mengubah pola penanaman dengan menggunakan bibit padi yang lebih tahan terhadap kekurangan air.

BPBD juga menyebutkan adanya dukungan akses terhadap 108 sumur bor milik Balai Wilayah Sungai yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air di desa-desa.

“Pihak BWS juga telah membantu memberikan akses sumur bor-sumur bor yang disiapkan di Buleleng sebanyak 108 sumur bor milik BWS. Itu bisa digunakan, bisa dimanfaatkan” katanya.

Melalui penguatan koordinasi dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia, BPBD Buleleng berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....