Musim Kemarau, BPBD Buleleng Salurkan 25 Ribu Liter Air Bersih ke Kecamatan Banjar

  • 16 Sep 2026 09:42 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • BPBD Buleleng menyalurkan total 25.000 liter air bersih ke dua wilayah di Kecamatan Banjar selama dua hari berturut-turut guna mengatasi kekeringan musim kemarau.
  • Pendistribusian air bersih ditujukan ke Banjar Dinas Corot, Desa Cempaga, dan fasilitas pendidikan TK Negeri Desa Tigawasa yang membutuhkan pasokan air bersih.
  • Kepala Pelaksana BPBD Buleleng I Gede Suyasa mengungkapkan bahwa pendistribusian pertama dilakukan pada Senin, 14 September 2026, dengan Tim Reaksi Cepat Regu III menyalurkan 20.000 liter air bersih ke Banjar Dinas Corot.

RRI.CO.ID, Singaraja - BPBD Kabupaten Buleleng menyalurkan sebanyak 25.000 liter air bersih ke dua wilayah di Kecamatan Banjar dalam dua hari berturut-turut. Bantuan tersebut menyasar masyarakat di Banjar Dinas Corot, Desa Cempaga, serta fasilitas pendidikan TK Negeri Desa Tigawasa yang membutuhkan pasokan air bersih di tengah kondisi musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng I Gede Suyasa mengatakan, pendistribusian pertama dilakukan pada Senin, 14 September 2026, oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu III. Sebanyak 20.000 liter air bersih disalurkan ke Banjar Dinas Corot, Desa Cempaga, Kecamatan Banjar.

Penyaluran kembali dilakukan pada Selasa, 15 September 2026, di TK Negeri Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar. Dalam kegiatan tersebut, TRC Regu III bersama TRC Regu II menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan air di lingkungan sekolah.

Suyasa menjelaskan, distribusi air bersih merupakan salah satu bentuk penanganan BPBD terhadap dampak musim kemarau. Penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan, termasuk untuk masyarakat maupun fasilitas umum yang mengalami keterbatasan pasokan air.

"Selain membantu masyarakat, distribusi juga kami lakukan untuk fasilitas umum yang membutuhkan, sehingga kebutuhan air bersih tetap dapat terpenuhi selama kondisi kemarau," ucapnya.

BPBD Buleleng akan terus memantau kondisi di sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait juga dilakukan untuk memastikan penanganan dapat diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....